Dua Cara Bagaimana Planet Gas Bisa Terbentuk

Ilustrasi. Kredit: Wikimedia
Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok astronom telah menemukan bahwa tidak semua planet raksasa gas terbentuk dengan cara yang sama, melainkan bagaimana mereka terbentuk rupanya tergantung pada bintang induknya.

Dalam sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics, sekelompok astronom tersebut memberikan bukti bahwa planet-planet berukuran kurang dari empat kali massa Jupiter terbentuk pada bintang-bintang yang kaya akan unsur-unsur berat, sementara raksasa gas yang lebih besar terbentuk pada bintang yang lebih miskin logam dan lebih masif.

Pembagian dua jenis proses pembentukan planet raksasa gas ini rupanya sangat cocok dengan model pembentukan planet yang telah ada. Menurut teori, planet gas raksasa memang memungkinkan terbentuk dengan dua cara:

Pertama, planet raksasa gas bisa terbentuk melalui pertambahan inti, ketika bongkahan es atau batuan di inti planet tersebut menarik cukup banyak gas untuk membentuk lapisan awan tebal di sekitarnya. Kedua, planet raksasa gas bisa juga terbentuk karena ketidakstabilan gravitasi dalam cakram gas itu sendiri, terbentuk seperti bintang, meski akhirnya akan berukuran jauh lebih kecil.

Walau begitu, sebelum studi ini dilakukan, para astronom tidak yakin apakah kedua cara di atas memang terjadi di alam semesta. Tapi saat ini semuanya sudah jelas.

"Hasil yang dipublikasikan ini menunjukkan bahwa kedua cara pembentukan itu mungkin bisa terjadi, cara yang satu akan membentuk planet dengan massa yang lebih rendah, sementara cara yang lainnya membentuk planet dengan massa yang lebih besar," kata pemimpin studi ini, Nuno Cardoso Santos, dilansir IFLScience.

Dari studi ini pun akhirnya diketahui, planet Jupiter yang memiliki massa sekitar 320 kali massa Bumi, dan planet-planet raksasa gas tata surya lainnya yang lebih kecil dari Jupiter, kemungkinan terbentuk dari cara pertama: pertambahan inti.

Studi ini sendiri didasarkan pada analisis data statistik yang dikumpulkan oleh Teleskop Antariksa Kepler dan beberapa observatorium berbasis darat lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Kini kita mengetahui, ada banyak hal yang masih belum kita pahami tentang bagaimana pembentukan planet. Para astronom NASA bahkan mengatakan bahwa mereka menemukan planet-planet kecil juga bisa terbentuk dengan dua cara yang berbeda.

Mungkin inilah alasan mengapa manusia tidak boleh berhenti belajar.
BERIKAN KOMENTAR ()