Tiongkok Akan Luncurkan Bulan Artifisial

Bulan. Kredit: NASA
Info Astronomy - Lupakan teknologi bernama lampu jalan yang kuno itu, salah satu kota di Tiongkok akan segera memiliki bulan artifisial untuk menerangi malam hari dalam dua tahun mendatang. Terdengar keren?

Mulai tahun 2020, begitu rencananya, sebuah perusahaan swasta Tiongkok, Tian Fu New Area Science Society akan meluncurkan satelit reflektif yang akan menjadi bulan artifisial untuk menerangi malam hari di kota. Jika rencananya berjalan lancar, bulan artifisial tersebut akan mengorbit di atas kota Chengdu dan mampu bersinar delapan kali lebih terang dari Bulan sungguhan.

Perusahaan tersebut mengatakan, mereka tidak hanya melucurkan satu bulan artifisial, melainkan akan meluncurkan tiga satelit reflektif pada tahun 2022.

Rencana ambisius tersebut diumumkan sendiri oleh Wu Chunfeng, sang pimpinan perusahaan, pada konferensi inovasi di Chengdu pada 10 Oktober 2018 silam. Chunfeng mengatakan kepada China Daily bahwa satelit yang akan menjadi bulan artifisial tersebut akan diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang.

Satelit reflektif tersebut akan mengorbit pada ketinggian sekitar 500 kilometer di atas kota Chengdu. Alih-alih menggunakan lampu, bulan artifisial tersebut hanya berupa lapisan mirip cermin yang nantinya berfungsi untuk memantulkan sinar Matahari ke Bumi.

Apa kelebihannya? Menurut Chunfeng, bulan artifisial ini menawarkan satu keuntungan yang tidak dimiliki oleh Bulan sungguhan: kontrol.

Letak dan kecemerlangan bulan artifisial ini dapat diubah dan diatur dari permukaan Bumi, bahkan bisa dimatikan jika perlu. Dan karena satelit tersebut bergerak, maka ia dapat membantu dalam penanggulangan bencana dengan memancarkan cahaya pada daerah-daerah yang kehilangan daya.

Memangkas Biaya
Proyek bulan artifisial ini sendiri bertujuan untuk mengurangi biaya lampu jalan yang mahal di kota-kota ramai di Tiongkok. Dengan kemampuan untuk menerangi area kota seluas 50 kilometer persegi saja, bulan artifisial ini sudah dapat menghemat biaya listrik hingga sekitar 1,2 miliar yuan setiap tahun.

Karena nantinya akan ada tiga bulan artifisial yang diluncurkan, ketiganya akan bergantian menyinari jalan-jalan malam di kota. Bersama-sama, nantinya mereka akan dapat menerangi area seluas 3.600 hingga 6.400 kilometer persegi.

Akankah Berhasil?
Rencana sebesar dan seambisius ini pasti akan menemui beberapa masalah, salah satunya dan yang paling dikhawatirkan tentu saja adalah kegagalan.

Pada 1990-an, upaya serupa sempat dilakukan oleh Badan Antariksa Federal Rusia, tapi sayangnya gagal. Kala itu, mereka mencoba meluncurkan satelit reflektif yang mirip dengan rencana Tiongkok ini, namun satelit tersebut gagal dalam pengontrolan, hingga akhirnya tidak terpakai sama sekali.

Ditambah lagi, bulan artifisial seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif pada pola tidur manusia dan hewan. Malam yang seharusnya gelap, bisa menjadi terang dan pada akhirnya akan mengganggu jam sirkadian makhluk hidup di bawahnya.

Proyek ini juga tampaknya tidak disukai oleh banyak astronom. Sebab, astronom bekerja di malam hari, dan butuh langit malam yang gelap gulita tanpa gangguan cahaya sedikitpun. Keberadaan bulan artifisial jelas akan membuat langit malam menjadi terang, sehingga tidak cocok lagi untuk pengamatan astronomi.

Saatnya mengucapkan selamat tinggal ke lampu jalan?
BERIKAN KOMENTAR ()