Menilik Awan Putih yang Menggantung di Mars

Awan putih di Mars. Kredit: ESA/GCP/UPV
Info Astronomy - Berada tinggi di atas puncak gunung berapi yang sudah tidak aktif di area ekuator Mars, sebuah awan putih tampak membentang. Sepintas, awan itu tampak seperti hasil erupsi, tetapi Mars adalah dunia dengan inti yang sudah mati. Lalu, apa yang terjadi?

Diketahui, awan putih tersebut membentang selebar 1.500 kilometer tepat di atas Arsia Mons, salah satu gunung berapi di Mars. Awan ini muncul pada gambar yang diambil wahana antariksa pengorbit Mars milik Agensi Antariksa Eropa (ESA), Mars Express, yang dirilis pada 13 September 2018.

Uniknya, awan putih ini hanya menggantung begitu saja, ia bergeser sedikit demi sedikit akibat perubahan cuaca. Warnanya yang putih sudah cukup mencolok bila dibandingkan dengan permukaan tanah Mars yang berkarat.

Meskipun tampaknya muncul dari puncak gunung berapi, para astronom ESA mengatakan bahwa sebenarnya tidak demikian. Mars belum pernah teramati mengalami satu pun erupsi gunung berapi selama jutaan tahun ke belakang, jadi tidak mungkin bahwa Arsia Mons sedang dalam fase bangkit untuk menjadi gunung berapi aktif kembali.
Awan putih yang dipotret Mars Express. Kredit: ESA/DLR/FU Berlin
Tapi, Universe Today menjelaskan, walaupun gumpalan awan putih ini tidak berasal dari aktivitas vulkanis, puncak Arsia Mons rupanya tetapi yang bertanggung jawab atas pembentukan awan tersebut. Fenomena ini, menurut para ahli meteorologi, disebut sebagai awan orografis.

Awan orografis biasanya terlihat di sisi yang melawan arah angin pada sebuah pegunungan, terbentuk ketika udara padat yang dekat dengan permukaan mengalir ke atas dan meluas, hingga akhirnya mendingin ke suhu yang memungkinkan mereka mengembun.

Rupanya, awan orografis di atas Arsia Mons bukan kali pertama ini saja terbentuk dan teramati. Awan tersebut telah menjadi pemandangan umum di sepanjang tahun Mars, yang biasanya terbentuk sebelum solstis musim dingin pada belahan utara Mars.

Setiap beberapa tahun Bumi, awan orografis yang kaya akan air es ini terbentuk. Mars Express juga sempat menangkap gambar awan orografis serupa pada tahun 2009, 2012, dan 2015. Jadi, menemukannya lagi pada tahun 2018 ini sebenarnya tidak mengherankan.

Kemunculan kembali awan tersebut memberikan para astronom kesempatan untuk mengukur kerapatan partikel yang menggantung di atmosfer Mars. Awan ini juga dapat membantu para astronom menyempurnakan model tentang bagaimana debu naik dan mengendap di atmosfer Mars, yang datanya nanti berguna untuk misi pendaratan manusia di Planet Merah.

Sampai jumpa lagi dalam beberapa tahun, awan orografis!
BERIKAN KOMENTAR ()