Mars Punya Oksigen yang Cukup untuk Kehidupan?

Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Menurut sebuah studi terbaru, air asin yang diperkirakan berada di bawah permukaan Mars kemungkinan dapat menampung oksigen yang cukup untuk mendukung jenis kehidupan mikroba seperti di Bumi. Mars laik huni?

Studi yang dipublikasikan pada Senin (22/10) di jurnal Nature Geosciences tersebut juga mengungkap, pada beberapa lokasi di Mars, jumlah oksigen yang tersedia bahkan dapat mendukung kehidupan primitif dan multiseluler seperti spons.

"Kami menemukan bahwa air asin (air dengan konsentrasi garam yang tinggi) di Mars dapat mengandung cukup oksigen bagi mikroba untuk bernafas," kata pemimpin studi ini, Vlada Stamenkovic, seorang astrofisikawan di Jet Propulsion Laboratory, California, AS.

"Temuan ini sepenuhnya mengubah pemahaman kita tentang potensi kehidupan di Mars, hari ini dan di masa lalu," katanya seperti dilansir Phys.org.

Hingga kini, para astronom berasumsi bahwa jumlah oksigen di Mars tidak cukup untuk mempertahankan kehidupan mikroba sekalipun. Namun, studi baru ini justru mengatakan sebaliknya. Mars tampaknya bisa mendukung kehidupan mikroba.

"Kami tidak pernah berpikir bahwa oksigen dapat memainkan peran untuk kehidupan di Mars. Sepengetahuan kami, atmosfer Mars mengandung sedikit oksigen, yakni hanya sekitar 0,14 persen," kata Stamenkovic. Sebagai perbandingan, oksigen yang memberi kehidupan di Bumi ada sebanyak 21 persen.

Kehidupan di Mars?
Studi baru ini dimulai dengan penemuan oksida mangan oleh robot penjelajah Curiosity milik NASA, yang merupakan senyawa kimia yang hanya dapat diproduksi dengan keberadaan banyak oksigen.

Karena penasaran, seperti namanya, Curiosity bersama dengan wahana pengorbit Mars, ditugaskan untuk meneliti keberadaan endapan air asin di bawah permukaan Mars. Diketahuilah bahwa air asin di bawah permukaan Mars tersebut memiliki kandungan garam yang tinggi.

Kandungan garam yang tinggi itu memungkinkan air tetap dalam bentuk cair, suatu kondisi yang diperlukan agar oksigen terlarut. Suhunya pun jauh lebih rendah, sehingga menjadikan air asin tempat yang menyenangkan bagi mikroba.

Tergantung pada wilayah, musim, dan waktu, suhu di Planet Merah dapat bervariasi antara minus 195 dan 20 derajat Celsius. Para astronom pun merancang model pertama untuk menggambarkan bagaimana oksigen larut dalam air asin pada suhu di bawah titik beku. Ada pula model kedua yang memperkirakan perubahan iklim di Mars selama 20 juta tahun terakhir, dan selama 10 juta tahun ke depan.

Secara bersama-sama, perhitungan tersebut berhasil menunjukkan daerah mana saja di Mars yang paling memungkinkan untuk menghasilkan oksigen berbasis air garam, data yang dapat membantu menentukan penempatan wahana antariksa di masa depan.

"Hasil kami tidak menyiratkan bahwa ada kehidupan di Mars," kata Stamenkovic. "Tetapi menunjukkan bahwa Mars memiliki potensi untuk mendukung kehidupan."

Baca studi ini lebih lengkap di jurnal penelitiannya.
BERIKAN KOMENTAR ()