Galaksi Kerdil Bersembunyi di Balik Galaksi Andromeda

Galaksi Andromeda. Kredit: NASA
Info Astronomy - Salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari astronomi bagi para astronom adalah, menemukan objek alam semesta yang terhalang oleh cahaya objek yang lebih terang di depannya dalam pandangan dari Bumi.

Tantangan seperti itu sering terjadi ketika para astronom mencari planet ekstrasurya, yang hingga kini belum ada pencitraan planet asing yang dilakukan secara langsung karena ada silau dari bintang induknya. Tapi tak hanya planet, masalah ini juga mengganggu dalam hal survei lingkungan semesta lokal, di mana para astronom tidak dapat mendeteksi sebuah galaksi kerdil karena berada di balik galaksi lain yang lebih besar.

Ya, baru-baru ini, berkat upaya seorang astronom amatir bersama rekan-rekannya, sebuah galaksi kerdil berhasil ditemukan bersembunyi di balik galaksi Andromeda, galaksi spiral besar terdekat Bimasakti. Galaksi kerdil yang lantas dinamai sebagai Donatiello I tersebut dapat membantu para astronom mempelajari lebih lanjut tentang proses pembentukan galaksi.

Dipimpin oleh David Martínez-Delgado dari Pusat Astronomi Universitas Heidelberg, studi ini telah diterbitkan di jurnal Astronomi & Astrofisika.

Penemuan ini berawal dari rasa penasaran para astronom. Saat ini, model kosmologi yang paling banyak diterima (model Lambda-CDM) memprediksi bahwa ada sejumlah besar materi gelap di lingkungan semesta lokal galaksi Bimasakti kita, tetapi tidak diketahui dengan jelas berapa banyak dari materi gelap tersebut yang merupakan bagian dari materi baryonik (dari gugus bintang dan galaksi kerdil).

Dengan demikian, para astronom pun mulai melakukan pencarian dan pencatatan seluruh galaksi kerdil di lingkungan sekitar Bimasakti untuk menyelesaikan pertanyaan ini dan memungkinkan para astronom untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah pembentukan galaksi.

Dinukil dari Universe Today, sayangnya, melakukan pencarian dan pencatatan semacam itu masih cukup sulit. Bahkan, survei langit dengan teknologi paling maju sejauh ini seperti Sloan Digital Sky Survey (SDSS) atau Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (PanSTARR) masih memiliki batas kecerahan (~ 24,5-25 magn/parsec²) yang terlalu tinggi untuk mendeteksi objek redup.

Masalah lain juga datang dari pengamatan langit melalui gelombang radio. Sebenarnya, dengan menggunakan metode pengamatan gelombang radio ini, para astronom bisa dengan mudah mendeteksi gas hidrogen pada garis spektrum objek yang jauh. Tetapi, karena galaksi kerdil memiliki kandungan gas yang sedikit, tak jarang mereka tidak bisa terdeteksi secara jelas.

Lalu, bagaimana bisa para astronom menemukan galaksi kerdil yang bersembunyi di balik galaksi Andromeda ini?

Semuanya berasal dari astronom amatir asal Italia bernama Giuseppe Donatiello. Menggunakan teleskop 12,7 cm miliknya, Donatiello memotret galaksi Andromeda pada tahun 2016, yang tujuan awalnya adalah untuk mendeteksi aliran bintang dan mengamati satelit galaksinya.

Singkat cerita, saat ia sedang memeriksa gambar-gambar galaksi Andromeda jepretannya (pada 3 September 2016), Donatiello menemukan keberadaan sebuah objek tak biasa yang terletak satu derajat dari bintang Mirach (beta Andromedae).

Donatiello pun lalu menghubungi rekan-rekan astronom amatirnya, salah satunya Martínez-Delgado. Bersama-sama, mereka membandingkan gambar yang diperoleh Donatiello dengan gambar arsip dari SDSS, dan melakukan pengamatan lanjutan pada 27 November 2016.

Pengamatan lanjutan itu dilakukan dengan Telescopio Nazionale Galileo (TNG) yang berdiameter 3,58 meter, serta Gran Canaria Telescopio (GTC) yang berdiameter 10,4 meter, keduanya terletak di Observatorium Ique Roque de Los Muchachos, di pulau La Palma, Spanyol.

Dari beberapa pengamatan lanjutan itu, diketahuilah bahwa objek tak biasa yang ditemukan pada gambar Donatiello merupakan sebuah galaksi kerdil. Donatiello dan rekan-rekannya bahkan bisa menentukan jarak galaksi kerdil itu dari Bumi serta mengonfirmasi bahwa itu memang galaksi kerdil yang berada dalam Grup Lokal.
Galaksi-galaksi di Grup Lokal. Kredit: Wikimedia
Grup Lokal sendiri merupakan sebuah gugus galaksi di mana galaksi Bimasakti berada. Pada gugus galaksi ini, Bimasakti dan Andromeda menjadi dua galaksi terbesar, mereka dikelilingi oleh galaksi-galaksi kerdil yang sebagian besar belum terindentifikasi dengan baik.

Berkat penemuan ini, galaksi kerdil yang tadinya terisolasi pun akhirnya dapat ditemukan, yang ke depannya bisa dimanfaatkan para astronom sebagai "laboratorium" untuk menguji teori pembentukan bintang dalam sistem galaksi bermassa rendah.

Penemuan ini juga menunjukkan bagaimana peningkatan teknologi dan pembagian data memungkinkan peluang baru bagi para astronom amatir untuk bisa berkontribusi dalam astronomi profesional.

Penemuan ini dan penemuan-penemuan lainnya kelak akan dan selalu mengajarkan kita banyak hal tentang bagaimana alam semesta kita bekerja.
BERIKAN KOMENTAR ()