Istilah Astronomi Hari Ini: Mare

Ilustrasi. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Saat sedang mengamati Bulan di malam hari, kamu mungkin sering melihat wilayah-wilayah gelap pada permukaan Bulan. Katanya, ada orang yang menjahit di sana, atau itu merupakan kelinci di Bulan. Tapi semua itu tidak benar, wilayah gelap ini dikenal sebagai mare.

Apa itu mare? Mare merupakan area gelap pada permukaan Bulan yang lebih halus dan memiliki ketinggian yang lebih rendah. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti "laut".

Uniknya, istilah tersebut diberikan secara keliru oleh para pengamat Bulan pada abad ke-17. Saat sedang mengamati Bulan dengan teleskopnya, para pengamat itu mengira area gelap ini sebagai lautan di Bulan.

Padahal kenyataannya, dataran gelap yang luas ini merupakan dataran basal yang terbentuk akibat erupsi gunung berapi di Bulan pada masa lalu. Mare tampak gelap karena mengandung besi dan titanium yang tinggi. Basal di Bulan jauh lebih cair daripada di Bumi, dan dengan demikian membentuk cekungan mare yang halus seperti "lautan".

Setidaknya, kini diketahui ada sekitar 20 mare di permukaan Bulan, atau sekitar 17% wilayah Bulan adalah mare, yang sebagian besar ​terletak di sisi Bulan yang selalu menghadap Bumi. Mare adalah fitur topografi terbesar di Bulan dan dapat dilihat dari Bumi dengan mata telanjang, itu yang kamu lihat sebagai kelinci di Bulan~

Usia mare pun telah ditentukan baik oleh perhitungan radiometrik langsung maupun dengan teknik penghitungan kawah. Menurut perhitungan radiometrik, usia mare di Bulan berkisar dari sekitar 3,16 hingga 4,2 Ga, sedangkan usia termuda yang ditentukan dari penghitungan kawah adalah sekitar 1,2 Ga (1 Ga = 1 miliar tahun). Namun demikian, sebagian besar mare tampaknya telah terbentuk antara sekitar 3 hingga 3,5 Ga.

Nah, jadi malam ini bila kamu melihat Bulan, jangan salah sangka lagi mengira mare adalah kelinci atau nenek yang sedang menjahit ya.
BERIKAN KOMENTAR ()