Terbentuk dari Apakah Planet Jupiter?

Ilustrasi planet Jupiter. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Terdiri dari hidrogen dan helium, planet Jupiter sebenarnya hampir mirip seperti bintang kecil. Namun, sayangnya sang planet raksasa gas itu tidak memiliki massa yang cukup untuk mendorongnya menjadi bintang.

Di artikel ini, mari kita mengenal lebih dalam mengenai Jupiter~

Permukaan Jupiter
Planet Jupiter dijuluki sebagai planet raksasa gas. Bukan tanpa alasan, sebab memang planet ini hanya berupa gas saja yang terikat secara gravitasi. Jadi bila kamu nekat terjun ke Jupiter dengan parasut, kamu tidak akan menemui permukaan solid pada Jupiter, tetapi justru akan langsung jatuh ke inti planetnya yang luar biasa panas itu.

Bagaimana tidak, atmosfer Jupiter 90 persennya merupakan hidrogen. Sementara itu, sisa 10 persennya merupakan helium, meskipun ada jejak kecil dari gas-gas lain di dalamnya.

Gas-gas ini saling menumpuk satu sama lain, membentuk lapisan hingga ke inti Jupiter. Karena tidak ada permukaan solid, maka "permukaan" Jupiter didefinisikan sebagai titik di mana tekanan atmosfer sama dengan tekanan di Bumi Bumi. Pada titik ini, tarikan gravitasi hampir dua setengah kali lebih kuat daripada di planet kita.

Mencoba untuk berdiri di "permukaan" itu tidaklah mungkin, karena ya "permukaan" itu juga hanyalah lapisan gas saja. Pesawat ruang angkasa atau astronaut yang mencoba berdiri di "permukaan" itu akan tenggelam bagaikan jatuh ke dalam lumpur hidup. Semakin dalam, semakin tebal gas pada Jupiter.

Inti Jupiter
Menurut kebanyakan teori, Jupiter memiliki inti yang padat dan terdiri dari unsur-unsur berat yang terbentuk pada awal tata surya. Inti tersebut tumbuh dari kumpulan puing-puing, material es, dan benda-benda kecil lainnya seperti banyak komet dan asteroid yang melesat bebas sekitar empat miliar tahun yang lalu.

Potongan-potongan materi ini bergumpal bersama-sama karena gravitasi, menjadi potongan yang lebih besar yang disebut planetesimal, yang, pada gilirannya, saling bertabrakan dan menempel bersama untuk membentuk inti Jupiter.

Inti itu pun tumbuh cukup besar sehingga memiliki gravitasi yang cukup untuk menarik hidrogen dan helium, elemen paling ringan di alam semesta. Lambat namun pasti, gas hidrogen dan helium ini terakumulasi sampai menjadi apa yang sekarang kita kenal sebagai Jupiter.

Walau begitu, ada teori lain yang menunjukkan bahwa tidak ada inti sama sekali pada Jupiter. Sebaliknya, Jupiter terbentuk dari awan gas dan debu besar yang mengelilingi Matahari segera setelah kelahirannya.

Ketika awan gas dan debu ini mendingin dan mengalami kondensasi, partikel-partikel gas dan debu bersatu sehingga beberapa daerah lebih padat daripada yang lain, hingga pada akhirnya membentuk planet raksasa gas termasif di tata surya kita seperti sekarang.

Jadi, para astronom belum yakin sepenuhnya mengenai inti Jupiter. Walau begitu, melalui pengamatan spektral oleh wahana antariksa Juno, sudah diketahui bahwa suhu di area inti Jupiter sendiri diperkirakan bisa mencapai sekitar 35.000 derajat Celsius.

Sebuah Bintang Gagal?
Seperti yang telah disinggung di atas, Jupiter tersusun atas hidrogen dan helium. Hal itu pun membuatnya mirip seperti Matahari. Walau begitu, kemiripannya hanya sebatas pada bahan penyusunnya saja. Tidak seperti matahari, Jupiter tidak memiliki massa yang dibutuhkan untuk memulai fusi, proses yang mendorong sebuah benda langit menjadi bintang.

Bila ingin menjadi bintang, Jupiter harus 75 hingga 80 kali lebih besar daripada kondisinya saat ini. Sayangnya, Jupiter terlalu kecil, sampai-sampai terkadang dijuluki sebagai bintang gagal.


Sumber & referensi: Universe Today, Juno.
BERIKAN KOMENTAR ()