Seberapa Masif Galaksi Bimasakti?

Ilustrasi. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Pergilah menjauh dari lampu-lampu kota, lihatlah ke langit malamnya, dan kamu berkesempatan melihat bentangan galaksi Bimasakti yang menakjubkan. Bimasakti adalah galaksi rumah kita, dan masih banyak misterinya yang belum terpecahkan.

Sebagai contoh, meski sudah bertahun-tahun melakukan penelitian, para astronom hingga kini belum dapat menentukan dengan pasti seberapa masif galaksi kita. Perkiraan memang ada, dan angka perkiraan itu adalah mulai dari antara 700 miliar hingga 2 triliun kali massa Matahari kita. Benarkah galaksi kita semasif itu?

Menimbang massa galaksi, terlebih galaksi di mana tempat kamu tinggal di dalamnya, bukanlah perkara yang mudah. Tidak ada yang sejauh ini benar-benar yakin dalam hasil perhitungannya terhadap massa galaksi sendiri.

Salah satu hal yang membuatnya semakin sulit adalah, sebagian besar massa yang membentuk galaksi rupanya tidak terlihat. Massa tak kasat mata itu berasal dari materi gelap, substansi misterius yang tidak memancarkan cahaya apa pun, tapi menyumbang sekitar 85 persen dari keseluruhan massa galaksi Bimasakti kita.

Jadi, jika seorang astronom hanya menghitung massa keseluruhan bintang di galaksi Bimasakti, maka hasil perhitungannya masih kurang tepat.

Oleh karena itu, untuk menyiasati hal ini, para astronom biasanya mengamati orbit beberapa benda langit. Metode ini didasarkan pada persamaan gravitasi yang dipaparkan oleh Isaac Newton lebih dari 300 tahun yang lalu, yang memberi tahu kita bahwa benda yang massanya lebih kecil akan mengitari benda yang massanya lebih besar.

Metode tersebut sempat disimulasikan dalam studi tahun 2017 yang diterbitkan di Astrophysical Journal, yakni digunakan untuk mengamati galaksi-galaksi satelit kecil yang mengelilingi Bimasakti.

Tapi sayangnya, orbit dari galaksi-galaksi satelit ini butuh miliaran tahun untuk mengitari Bimasakti, yang berarti bahwa dengan hanya pengamatan beberapa tahun, galaksi-galaksi satelit tadi hampir tidak beranjak dari posisinya, sehingga para peneliti tidak dapat dengan mudah menentukan kecepatan orbitnya.

Dalam studi lain yang dipublikasikan tengah tahun lalu di Astrophysical Journal, sekelompok astronom mencoba metode baru untuk menimbang massa galaksi Bimasakti. Metode lain yang mengandalkan simulasi superkomputer ini bekerja dengan mereproduksi banyak aspek alam semesta kita, dan mencoba menemukan sampel galaksi kecil yang mengorbit galaksi yang lebih besar.

Dalam simulasi itu, ada sekitar 90.000 galaksi satelit yang disimulasikan kecepatan orbitnya terhadap galaksi induknya yang lebih besar. Data dari simulasi itu lantas dibandingkan dan dicocokan dengan data kecepatan orbit sembilan galaksi satelit sebenarnya yang mengorbit Bimasakti.

Hasilnya? Diketahuilah bagaimana perkiraan kecepatan orbit galaksi-galaksi satelit yang mengitari Bimasakti, serta juga memberi perkiraan yang cukup presisi mengenai massa sebenarnya dari galaksi kita.

Diperkirakan, massa galaksi Bimasakti mencapai 960 miliar kali massa Matahari. Angka ini tidak jauh berbeda dengan perkiraan sebelumnya, dan masih ada ruang untuk perhitungan lain di masa yang akan datang dengan tingkat presisi yang lebih besar, seperti menunggu data dari satelit Gaia milik Agensi Antariksa Eropa yang kini masih aktif mendata pergerakan seluruh bintang di galaksi.

Mengetahui massa galaksi Bimasakti sendiri akan membantu para astronom untuk banyak hal. Salah satunya, para astronom akan dapat lebih baik dalam  menghitung orbit galaksi satelit karena ini tergantung pada massa Bimasakti.

Sejauh ini, para astronom telah menemukan sedikitnya 50 galaksi kerdil yang mengelilingi Bimasakti. Tapi karena kita tidak tahu persis berapa berat galaksi kita, maka belum ada yang begitu yakin mengenai seberapa banyak galaksi satelit yang seharusnya mengelilingi Bimasakti.

Mengetahui seberapa besar massa galaksi Bimasakti juga akan membantu para astronom mengetahui berapa proporsi materi gelap versus materi biasa di galaksi kita. Hal ini pada gilirannya akan memudahkan kita dalam mengungkap misteri materi gelap yang misterius itu.
BERIKAN KOMENTAR ()