Mengenal Jenis-jenis Asteroid di Tata Surya Kita

Ilustrasi. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Ada begitu banyak asteroid yang berseliweran bebas di tata surya kita. Tapi rupanya, para astronom telah melakukan pengelompokan asteroid itu ke beberapa jenis. Apa saja jenis-jenisnya? Mari mengenalnya lebih jauh.

Asteroid sendiri merupakan sebuah bongkahan batu angkasa yang mengorbit Matahari di tata surya. Objek langit yang satu ini merupakan pecahan batuan yang terpental dari pembentukan planet-planet pada masa-masa awal tata surya kita.

Kebanyakan asteroid di tata surya orbitnya ada jauh dari Bumi, yakni di luar orbit Mars. Namun, karena pengaruh gravitasi planet-planet raksasa di tata surya bagian luar, sesekali para asteroid ini ada yang mendekat ke Matahari atau ke Bumi.

Asteroid-asteroid yang mengorbit di luar orbit Mars itu dikenal sebagai Sabuk Asteroid, yang merupakan cakram di tata surya yang membelah tata surya bagian dalam (yang dihuni planet-planet berbatu dari Merkurius sampai Mars) dengan tata surya bagian luar (berisi planet-planet raksasa dari Jupiter hingga Neptunus).

Wilayah Sabuk Asteroid ini ditempati oleh banyak batuan angkasa yang tidak teratur bentuknya. Sekitar setengah massa Sabuk Asteroid sendiri terkandung dalam empat asteroid terbesar, yakni Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea. Total massa Sabuk Asteroid kira-kira 4% dari Bulan, atau 22% dari Pluto, dan kira-kira dua kali lipat dari bulan Pluto, Charon (yang diameternya 1200 kilometer).
Letak Sabuk Asteroid. Kredit: Wikimedia Commons
Selain di Sabuk Asteroid, para batuan angkasa ini juga tersebar sebagai Asteroid Troya. Orbit kelompok Asteroid Troya sendiri bersebelahan dengan orbit planet, yakni planet-planet seperti Mars, Jupiter, dan Neptunus.

Asteroid Troya pada Jupiter berbagi orbit dengan sang planet raksasa pada titik Lagrangian 4 dan Lagrangian 5. Titik Lagrangian sendiri merupakan “spot parkir” di angkasa di mana objek dapat seimbang antara tarikan gravitasi dari dua massa besar, dalam hal ini gravitasi Jupiter dan Matahari.

Hanya ada dua Asteroid Troya di Jupiter. Menariknya, Mars memiliki 4, satu pada L4 dan tiga pada L5. Sementara Neptunus lebih banyak lagi, yakni 8 Troya, yang mana enam di L4 dan dua di L5. Asteroid-asteroid Troya ini, walau berbagi orbit dengan planet, tidak akan menabrak sang planet karena telah ada pengaruh gravitasinya.

Jenis asteroid lainnya ada Asteroid Amor dan Asteroid Apollo.

Amor merupakan asteroid dekat Bumi yang bisa mencapai perihelion (jarak terdekat dengan Matahari) antara 1,017 hingga 1,3 AU (1 AU = 150 juta kilometer) dan sumbu semi-mayornya lebih besar dari 1 AU. Asteroid Amor tidak melintasi orbit Bumi, melainkan sebagian besar dari mereka memotong orbit Mars.
Asteroid Amor. Kredit: Swinburne University
Lalu, apa itu Asteroid Apollo? Nah, Apollo adalah kelompok asteroid yang memotong orbit Bumi. Asteroid dalam kelompok ini merupakan asteroid pelintas Bumi yang memiliki sumbu semi-mayor orbital yang lebih besar daripada Bumi, tetapi jarak perihelionnya lebih kecil dari jarak aphelion Bumi.

Beberapa asteroid Apollo diketahui bisa berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi kita, sehingga mereka dikategorikan juga sebagai asteroid berpotensi berbahaya. Meteor yang meledak di atas Kotak Chelyabinsk, Rusia pada tahun 2013 silam diduga merupakan asteroid dari kelompok Apollo ini.
Asteroid Apollo. Kredit: Swinburne University
Nah, kelompok asteroid terakhir yang ada di tata surya kita adalah... Sabuk Kuiper.

Walaupun Sabuk Kuiper sebenarnya didominasi oleh objek es yang menjadi cikal bakal komet, tapi pada dasarnya batuan angkasa di sana merupakan sebuah asteroid. Sabuk Kuiper sendiri berada di luar orbit Neptunus, berbeda dengan Sabuk Asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.

Sabuk Kuiper sangatlah lebar, membentang dari jarak 30 AU hingga 50 AU dari Matahari. Sabuk Kupiter ini mirip dengan Sabuk Asteroid, hanya saja jauh lebih besar, yakni 20 kali lebih lebar dan 20 hingga 200 kali lebih masif.

Seperti Sabuk Asteroid, Sabuk Kuiper terutama terdiri dari objek-objek kecil atau sisa-sisa pembentukan tata surya kita. Tapi, sementara Sabuk Asteroid terdiri dari batuan angkasa yang terbuat dari logam, sebagian besar objek di Sabuk Kuiper terdiri dari volatil beku seperti metana, amonia, dan air.

Sabuk Kuiper juga merupakan rumah bagi tiga planet kerdil yang diakui secara resmi, yaitu Pluto, Haumea, dan Makemake. Beberapa bulan atau satelit alami milik planet-planet utama di tata surya, seperti Triton milik Neptunus mau pun Phoebe milik Saturnus, kemungkinan berasal dari Sabuk Kuiper ini.

Nah, itulah jenis-jenis asteroid yang ada di tata surya kita. Ternyata selain planet, ada begitu banyak asteroid di sekeliling kita. Awas kepala, asteroid-asteroid ini bisa mengunjungi Bumi kapan saja.
BERIKAN KOMENTAR ()