Duo Galaksi Awan Magellan Pernah Menjadi Trio

Duo Awan Magellan. Kredit: Andrew Lockwood
Info Astronomy - Sampai sekitar tiga hingga lima miliar tahun yang lalu, duo galaksi satelit pengorbit galaksi Bimasakti, Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, memiliki pendamping ketiga. Tapi, ke mana perginya galaksi ketiga itu sekarang?

Seperti yang telah diketahui sejak lama, sebagian besar bintang di galaksi kerdil Awan Magellan Besar berputar mengitari pusat galaksinya searah jarum jam. Namun, ada beberapa kelompok bintang yang mengalami gerakan berlawanan arah jarum jam.

Kelompok bintang tersebut, menurut para astronom, berasal dari galaksi kerdil Awan Magellan Kecil yang terperangkap oleh gravitasi galaksi kerdil Awan Magellan Besar. Tetapi, Benjamin Armstrong, seorang astronom di Pusat Internasional untuk Penelitian Astronomi Radio, atau ICAR, di Australia mengatakan ada penjelasan lain.

Penjelasan itu mengarah ke bagaimana bisa ada kelompok bintang yang mengitari galaksi kerdil Awan Magellan Besar dengan gerakan berlawanan. Menurut studinya, Armstrong mengatakan bahwa "bintang-bintang ini mungkin berasal dari merger dengan galaksi lain di masa lalu".
Galaksi kerdil Awan Magellan Besar. Kredit: Andrew Lockwood
Melalui superkomputer, Armstrong dan rekan-rekannya menjalankan beberapa simulasi dari merger galaksi. Simulasi-simulasi itu menunjukkan memang benar saja merger galaksi bisa membuat galaksi yang lebih besar akan memiliki sekelompok bintang yang berputar dengan arah berlawanan.

"Hasil (simulasi) ini konsisten dengan apa yang kita bisa lihat ketika kita mengamati galaksi kerdil Awan Magellan Besar," kata Armstrong, dinukil Astronomy Now. Simulasi secara presisi menunjukkan bagaimana kondisi Awan Magellan Besar yang persis seperti sekarang ini akibat merger dengan galaksi lain sekitar tiga sampai lima miliar tahun yang lalu.

Selain itu, menurut Sky & Telescope, penemuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa bintang-bintang di galaksi kerdil Awan Magellan Besar cenderung ada yang berusia sangat tua, tetapi di bagian lain ada juga yang sangat muda. Biasanya, sebuah galaksi kerdil memiliki populasi bintang dengan usia yang tidak jauh berbeda, tidak seperti galaksi kerdil Awan Magellan Besar.

Nah, kehadiran kelompok bintang yang berusia sangat muda pada galaksi kerdil Awan Magellan Besar ini secara tidak langsung telah menunjukkan adanya pembentukan bintang-bintang baru, sebuah indikator telah terjadinya merger galaksi.

Studi ini telah dirilis dalam jurnal Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society, yang diterbitkan oleh Oxford University Press.

Kamu bisa baca jurnal penelitiannya di sini (PDF).
BERIKAN KOMENTAR ()