Planet Berair Ternyata Cukup Umum di Alam Semesta

Ilustrasi. Kredit: NASA
Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan telah memaparkan sebuah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa air kemungkinan menjadi komponen utama dari planet-planet asing yang berukuran dua hingga empat kali ukuran Bumi. Hal ini pun memiliki implikasi besar untuk pencarian kehidupan asing di galaksi kita.

Penemuan planet asing pertama pada tahun 1992 yang mengorbit bintang lain telah memicu minat umat manusia untuk memahami komposisi planet-planet asing luar tata surya. Tak hanya untuk mencari kehidupan asing, tetapi juga untuk mempelajari sifat-sifat planet yang mengitari bintang lain selain Matahari.

Dua puluh enam tahun berselang, hasil penelitian terbaru dari Teleskop Antariksa Kepler dan misi Gaia menunjukkan bahwa ada begitu banyak planet yang diketahui mengandung sebanyak 50% air. Itu jauh lebih banyak daripada kadar air 0,02% (berdasarkan berat) Bumi.

"Ini adalah kejutan besar, kami baru menyadari bahwa ada begitu banyak planet berair (di alam semesta)," kata pemimpin studi ini, Dr. Li Zeng dari Universitas Harvard, dilansir ScienceDaily.com.

Setidaknya, sejauh ini sudah ada kurang lebih 4.000 planet asing yang ditemukan dan dikonfirmasi keberadaannya. Keseluruhan planet asing ini masuk dalam dua kategori ukuran: yang memiliki radius rata-rata sekitar 1,5 kali radius Bumi, dan rata-rata sekitar 2,5 kali radius Bumi.

Menurut studi ini, diketahui bahwa planet asing yang memiliki radius sekitar 1,5 kali radius Bumi cenderung merupakan planet berbatu (biasanya memiliki massa 5 kali massa Bumi), sedangkan planet asing dengan radius 2,5 kali radius Bumi (dengan massa sekitar 10 kali massa Bumi) kemungkinan merupakan planet berair.

"Mereka berair, tetapi bukan seperti air yang ditemukan di Bumi," kata Li Zeng. "Suhu permukaan mereka diperkirakan berada pada kisaran 200 hingga 500 derajat Celcius. Permukaan mereka mungkin diselimuti atmosfer yang didominasi uap air, dengan lapisan air cair di bawahnya.

"Jika turun lebih dalam lagi dari atmosfer teratasnya, kita bisa menemukan air di planet-planet asing ini dalam bentuk tekanan-tekanan tinggi sebelum kita mencapai inti planet yang berupa batuan yang solid."

Data dari studi ini menunjukkan bahwa sekitar 35% dari semua planet asing yang diketahui berukuran lebih besar dari Bumi seharusnya kaya akan air. Planet-planet berair ini mungkin terbentuk dengan cara yang sama dengan pembentukan inti planet raksasa di tata surya kita (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus).

Auto-laik Huni?

Memang benar planet-planet asing ini berair, tetapi tak lantas membuat mereka auto-laik huni. Walau di mana pun kita menemukan air di Bumi kita bisa menemukan kehidupan, belum tentu keberadaan air di planet asing memiliki hal serupa dengan Bumi.

Ambil planet kelima dalam sistem TRAPPIST-1 sebagai contoh. Cayman Unterborn, seorang eksogeolog di Arizona State University dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa air dalam bentuk cair di planet asing tersebut memiliki kedalaman 200 kilometer, atau kira-kira 20 kali lebih dalam dari Palung Mariana di Bumi.

Scientific American menjelaskan, air sebanyak itu akan menciptakan lapisan es besar di dasar lautan yang akan menyegel lautan dari daratan dan secara efektif mematikan siklus geokimia, yang mana siklus tersebut memainkan peran penting dalam kelaikhunian Bumi.

Siklus geokimia ini adalah semacam proses penyeimbang alami pada sebuah planet yang menurut banyak ilmuwan begitu penting untuk kelaikhunian jangka panjang. Tetapi, di planet berair, siklus itu kemungkinan mustahil untuk terjadi.

Walau begitu, beberapa ilmuwan masih optimis untuk adanya kehidupan di planet-planet asing berair ini, meskipun sepertinya bentuk kehidupannya akan sangat jauh berbeda dengan yang ada di Bumi.
BERIKAN KOMENTAR ()