Ketika Sebuah Objek Setengah Planet dan Setengah Bintang

Ilustrasi WASP-121b. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Mendefinisikan sebuah objek di alam semesta tidaklah mudah. Apa yang membuat planet disebut planet? Apa juga yang membuat bintang disebut bintang? Baru-baru ini, para astronom bahkan menemukan klasifikasi baru sebuah objek langit, yang setengah bintang dan setengah planet.

Dijuluki sebagai jupiter ultrapanas, objek ini sebenarnya telah diketahui keberadaannya selama sekitar satu dekade terakhir. Ia merupakan planet gas besar mirip Jupiter, namun berjarak dekat dengan bintang induknya, sehingga membuat mereka juga terkunci secara gravitasi (hanya satu sisinya saja yang terus-menerus menghadap bintang induk, sisi yang lain dalam kegelapan abadi).

Dengan mempelajari atmosfer planet jupiter ultrapanas ini, para peneliti telah menemukan bahwa kedua sisi planet asing tersebut berperilaku dengan cara yang berbeda. Hemm, bagaimana bisa?

"Sisi siang hari (yang selalu menghadap ke bintang induk) dari planet ini lebih mirip seperti atmosfer bintang daripada atmosfer planet," kata penulis utama studi ini, Dr. Vivien Parmentier, dari Aix Marseille University di Prancis. "Dengan begitu, planet jupiter ultrapanas ini sudah jauh dari apa yang kita anggap sebagai planet."

Dr. Parmentier dan rekan-rekannya berfokus pada salah satu planet jupiter ultrapanas, yakni WASP-121b. Mereka pertama-tama melakukan penelitian dengan mencari keberadaan molekul air pada atmosfer planet jupiter ultrapanas tersebut.

Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa atmosfer di sisi siang hari planet WASP-121b ini mencapai suhu antara 2.000 dan 3.000 derajat Celcius. Itu sangat panas sehingga oksigen dan hidrogen pecah, artinya tidak ada molekul air. Tetapi di sisi malam atau sisi gelapnya, molekul air hadir. Atom-atom berekombinasi di zona senja planet dan pecah di zona fajar.

Jadi, alih-alih disebut planet ataupun bintang, objek semacam ini lebih tepat bila disebut sebagai hibrid, karena mereka memiliki satu sisi yang lebih mirip bintang, dan sisi lainnya lebih mirip planet.

Para astronom merencanakan untuk meneliti jupiter ultrapanas dengan menggunakan Teleskop Atariksa James Webb, yang akan diluncurkan pada tahun 2021 mendatang. James Webb diharapkan akan memberikan pengamatan yang lebih mendalam dan membantu kita memahami seperti apa bintang dan planet di alam semesta.

Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics.
BERIKAN KOMENTAR ()