Menanti Balasan Pesan dari Kehidupan Ekstraterestrial

Ilustrasi. Kredit: Riza/InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Sejauh ini, umat manusia setidaknya telah mengirim empat wahana antariksa nirawak yang membawa plakat atau catatan yang berisi pesan untuk siapa pun, atau apa pun, yang mungkin menemukannya. Akankah ada pesan balasan kepada kita?

Wahana-wahana antariksa tersebut adalah Pioneer 10, Pioneer 11, Voyager 1, dan Voyager 2. Duo Pioneer membawa plakat, sementara duo Voyager membawa piringan hitam. Tetapi pertanyaannya kini, apakah kehidupan ekstraterestial akan bisa memahami pesan yang telah kikta kirim ke bintang-bintang itu?

Meskipun kita tidak tahu pasti, tapi mari kita berasumsi bahwa makhluk-makhluk yang mungkin menemukan keempat wahana antariksa itu setidaknya dapat melihat atau mendengar dengan mata atau telinga yang mirip dengan kita.

Setiap pesan, baik pada plakat maupun piringan hitam, dirancang sedemikian rupa sehingga berisi informasi yang tidak sepotong-sepotong, tetapi juga informasi untuk membangun pemahaman melalui sains dan fisika.

Tapi, seberapa baik pesan yang dibawa keempat wahana antariksa ini? Mari kita bahas.

Plakat Pioneer

Pioneer 10 dan 11 masing-masing membawa plakat aluminium berlapis emas yang berukuran 15 x 23 cm. Plakat itu ditempelkan pada badan masing-masing wahana antariksa sebagai pesan kepada makhluk luar Bumi.

Adalah Carl Sagan dan Frank Drake, kedua astronom yang memainkan peran kunci dalam merancang plakat bersama dengan Linda Salzman Sagan, istri Sagan pada saat itu, seniman yang diberi mandat untuk menggambar plakat.
Plakat Pioneer. Kredit: NASA Ames Research Center
Ciri khas yang paling mencolok dari plakat Pioneer ini adalah sosok pria dan wanita. Meskipun kedua sosok manusia tersebut secara jelas menunjukkan ukuran dan bentuk fisik kita, serta dimorfisme seksual yang hadir pada manusia, sayangnya fitur wajah kedua pasangan memiliki sedikit detail yang terlewatkan, yakni telinga keduanya tidak jelas.

Pria dan wanita pada plakat Pioneer juga digambarkan dengan mulut tertutup, yang mungkin bisa membuat penemu ekstraterestial tidak mengerti bahwa sosok manusia ini memiliki mulut. Makhluk luar Bumi juga mungkin tidak memahami bahwa pria dan wanita pada plakat Pioneer memiliki rambut di kepala mereka.

Sosok pria dan wanita ini juga terlihat memiliki ekspresi datar (yang mungkin merupakan upaya untuk menghindari segala sesuatu yang dapat ditafsirkan sebagai permusuhan). Pria itu juga terlihat mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke depan. Bagi kita, gestur tersebut adalah cara menyampaikan salam, tetapi makhluk luar Bumi bisa saja menafsirkan yang lain.

Tapi, selain sosok pria dan wanita, pada plakat Pioneer juga terdapat data ilmiah. Di bagian kiri atas plakat, ada transisi hiperfine dari hidrogen netral sebagai sarana menyampaikan kepada unit dasar pembaca waktu (0,7 nanodetik, frekuensi transisi) dan jarak (21 cm, panjang gelombang cahaya yang dilepaskan oleh transisi).

Plakat ini juga berisi peta letak Matahari kita relatif terhadap 14 pulsar terdekat serta pusat galaksi kita, yang menyampaikan jarak ke pulsar dan frekuensi mereka dalam notasi biner. Karena gambar ini menyampaikan data yang berlebihan, spesies lain luar Bumi mungkin nantinya dapat dengan mudah menemukan letak Bumi kita.

Terakhir, plakat ini juga berisi peta tata surya. Plakat Pioneer diciptakan pada saat Pluto masih dianggap sebagai planet kesembilan (sebelum penemuan planet-planet kerdil trans-Neptunus lain seperti Eris dan Sedna).

Akankah kehidupan ekstraterestial mengerti plakat Pioneer dan membalas pesan ini? Tak ada yang tahu.

Piringan Hitam Voyager

Piringan hitam atau rekaman Voyager membawakan lebih banyak pesan dari Bumi dibandingkan dengan plakat Pioneer. Salah satu pesan yang dibawa adalah ucapan salam dari 50 bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia, dalam durasi 90 menit.

Terdapat kurang lebih 115 gambar pada piringan hitam Voyager. Enam gambar pertama, jika diterjemahkan dengan benar, memberikan data teknis yang sangat besar bagi makhluk luar Bumi mengenai definisi, skala, dan ukuran tata surya kita, serta informasi tambahan mengenai lokasi Bumi dan bagaimana cara menemukan Bumi.
Piringan hitam Voyager. Kredit: Wikimedia Commons
Ada juga sekitar 20 diagram medis dan ilmiah termasuk struktur DNA dan gambar detail anatomi manusia. Gambar-gambar ini mungkin dapat diinterpretasikan dengan benar mengingat sifat konkritnya.

Rekaman Voyager juga berisi sejumlah gambar manusia yang terlibat dalam berbagai kegiatan (seperti gambar saat sedang makan, melihat melalui mikroskop, dan bahkan berjalan di angkasa). Sementara banyak dari gambar-gambar ini akan sulit untuk ditafsirkan (misalnya, gambar seorang wanita menjilati es krim atau foto kartu remi). Gambar-gambar ini setidaknya akan menyampaikan pesan bahwa manusia telah menciptakan peradaban yang kompleks.

Meskipun ini mungkin tampak sangat menakutkan karena kita membagikan informasi Bumi, namun ini juga menunjukkan bahwa manusia Bumi sudah maju (bisa mengirim pesan ke luar angkasa).

Lalu, apakah kehidupan ekstraterestial bisa mengerti pesan dari Voyager? Juga tidak ada yang tahu pasti. Tapi setidaknya, kita telah melakukan usaha untuk berkomunikasi. Dari sekian banyak bintang di alam semesta, pasti ada planet yang mengitarinya berisi kehidupan asing.

Pertanyaan terakhir, apakah menunggu pesan balasan dari kehidupan ekstraterestial akan lebih lama dari menunggu balasan chat dari si dia?
BERIKAN KOMENTAR ()