Indonesia Tidak Kebagian Gerhana Matahari Parsial 11 Agustus 2018

Gerhana Matahari parsial. Kredit: Canadian Space Agency
Info Astronomy - Pada Sabtu, 11 Agustus 2018 mendatang, sebuah peristiwa gerhana Matahari parsial akan terjadi. Tapi sayangnya, Indonesia tidak kebagian sama sekali. Lalu, wilayah mana saja yang berkesempatan melihatnya?

Gerhana Matahari parsial sendiri adalah peristiwa ketika Bulan lewat di depan Matahari dalam pandangan dari Bumi. Namun, karena posisi Bulan dan Matahari yang tidak selaras, Bulan hanya akan menutupi sebagian Matahari saja, sehingga gerhana total tidak terjadi.

Menurut informasi dari In-the-sky.org, jalur gerhana Matahari parsial 11 Agustus 2018 akan melewati berbagai negara, termasuk Rusia (Matahari 68% tertutup Bulan), Kanada (60% tertutup), Greenland (48% tertutup), Tiongkok (45% tertutup), Svalbard dan Jan Mayen (40% tertutup), Norwegia (37% tertutup), dan Mongolia (36% tertutup).

Mengenal Proses Gerhana Matahari

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada sejajar dalam garis lurus di bidang tata surya, dengan Bulan di bagian tengahnya, sedemikian rupa sehingga Bulan melintas di depan Matahari dalam pandangan dari Bumi.

Laman EclipseWise menjelaskan, walaupun Bulan selalu melintasi di depan Matahari setiap sebulan sekali, yakni di fase Bulan baru, namun gerhana tidak selalu terjadi karena orbit Bulan miring 5° relatif terhadap orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari.

Keselarasan pun tidak selalu terjadi, bahkan saat gerhana Matahari parsial yang akan terjadi pada 11 Agustus 2018 ini. Posisi Matahari-Bulan-Bumi tidak benar-benar selaras sehingga hanya gerhana parsial saja yang terjadi, bukan gerhana total seperti yang terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 silam.

Gerhana Terakhir di 2018

Sadarkah kamu bahwa sudah ada empat kali gerhana yang terjadi di tahun ini? Gerhana tahun 2018 dimulai dari gerhana Bulan total 31 Januari, gerhana Matahari parsial 15 Februari, gerhana Matahari parsial 13 Juli, dan gerhana Bulan total 28 Juli. Dengan begitu, gerhana Matahari parsial 11 Agustus ini akan menjadi yang kelima, sekaligus penutup.

Gerhana 11 Agustus ini juga akan menjadi gerhana Matahari terbaik di tahun 2018 sebab akan melintasi wilayah daratan, berbeda dengan dua gerhana Matahari sebelumya yang terjadi di tahun ini yang lebih banyak melintasi area lautan.

Gerhana nomor 6 dari 71 gerhana dalam siklus Saros 155 ini bakal mencapai puncaknya pada pukul 16:46:19 WIB. Untukmu yang berada di negara-negara yang dilalui jalur gerhana, jangan lupa pakai kacamata berfilter Matahari untuk mengamatinya.
BERIKAN KOMENTAR ()