Melihat Pluto dan Charon dalam Warna Alami

Ilustrasi Pluto. Kredit: Matthew Dunne
Info Astronomy - Tiga tahun setelah wahana antariksa New Horizons melakukan terbang lintas dekat Pluto dan memberikan gambar jarak dekat sang planet kerdil bersama bulan terbesarnya, Charon, para ilmuwan kini masih sibuk mengorek data yang begitu banyak.

Dalam rangka menandai peringatan bersejarah New Horizons yang sukses melintasi sistem Pluto pada 14 Juli 2015, para ilmuwan telah merilis gambar warna alami Pluto dan Charon yang paling akurat.

Gambar-gambar warna alami ini dihasilkan dari kalibrasi data yang telah disempurnakan. Data-data tersebut sendiri dikumpulkan oleh instrumen kamera pada New Horizons yang bernama Multispectral Visible Imaging Camera (MVIC).

"Proses (kalibrasi) itu berhasil menciptakan gambar yang mendekati warna yang bisa dilihat oleh mata manusia. Gambar-gambar terbaru ini paling mendekati 'warna asli' daripada gambar-gambar yang dirilis pertama kali pada tiga tahun lalu," kata Alex Parker, salah seorang peneliti tim sains New Horizons dari Southwest Research Institute.

Karena filter warna MVIC tidak cocok dengan panjang gelombang pada penglihatan manusia, para ilmuwan harus melakukan pemrosesan khusus untuk menerjemahkan data mentah MVIC ke dalam perkiraan warna yang bisa dilihat mat manusia.

Hasilnya, warna-warna yang "lebih tenang" pun tercipta.

Warna alami Pluto. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker
Kedua gambar ini diambil ketika New Horizons melesat ke arah pendekatan terdekat dengan Pluto dan bulan-bulannya pada 14 Juli 2015. Gambar Charon (di bawah) diambil pada kisaran jarak 74.176 kilometer dari permukaannya dan Pluto dari jarak sekitar 35.445 kilometer.

Masing-masing adalah pemindaian warna tunggal dari MVIC, tanpa data dari pencitra atau instrumen New Horizon lainnya. Perbedaan warna palsu dengan warna alami ini terlihat jelas, misalnya dari daerah kutub utara kemerahan Charon yang dikenal sebagai Mordor Macula, yang rupanya tidak semerah yang dibayangkan dalam warna aslinya.

Ada pula area berbentuk hati di Pluto, yang dikenal sebagai Sputnik Planitia, yang ternyata lebih halus warnanya daripada gambar pertama yang dirilis New Horizons.

Warna asli Charon. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker
Kini, tim misi New Horizons sedang melakukan persiapan untuk terbang lintas wahana antariksa nirawak tersebut berikutnya, yakni mendekati objek Sabuk Kuiper yang bernama Ultima Thule, pada 1 Januari 2019.

Saat ini, New Horizons diperkirakan berada pada jarak sejauh 6,1 miliar kilometer dari Bumi, lebih dari 40 kali lebih jauh dari Matahari daripada Bumi. Wahana antariksa tersebut diklaim masih beroperasi secara normal dan akan mulai melakukan pengamatan jarak jauh dan pengukuran Ultima Thule mulai akhir Agustus ini.

Sehat terus, New Horizons~
BERIKAN KOMENTAR ()