Tabrakan Besar yang Mengubah Bentuk Galaksi Bimasakti

Ilustrasi tabrakan. Kredit: V. Belokurov
Info Astronomy - Dalam sebuah penelitian terbaru, sekelompok astronom internasional telah menemukan bahwa pernah ada tabrakan besar di masa lalu antara Bimasakti dan galaksi yang lebih kecil, yang mengubah bentuk dan struktur galaksi kita. Bagaimana prosesnya?

Diperkirakan terjadi sekitar 8 hingga 10 miliar tahun yang lalu, sebuah galaksi kerdil tak dikenal menabrak galaksi Bimasakti kita. Galaksi kerdil itu dijuluki sebagai galaksi "Sosis". Saat tabrakan terjadi, ia tidak bisa bertahan, berantakan, menyatu dengan Bimasakti, namun sisa-sisa tabrakannya masih ada di sekitar kita.

Dari sisa-sa tabrakan itulah, para astronom bisa meneliti seperti apa skenario paling mungkin dari peristwa tabrakan besar yang terjadi pada galaksi kita ini.

"Tabrakan itu telah mencabik-cabik sang galaksi kerdil, membuat bintang-bintangnya bergerak di orbit radial yang panjang dan sempit seperti sosis," kata Vasily Belokurov, salah satu astronom dalam penelitian ini dari Universitas Cambridge, Inggris.

Data dari satelit Gaia milik Agensi Antariksa Eropa, yang telah memetakan miliaran bintang di galaksi kita, berhasil mengungkapkan seperti apa pergerakan bintang-bintang dari galaksi "Sosis" saat tabrakan dengan Bimasakti. Berkat Gaia, para astronom sekarang mengetahui posisi dan lintasan tabrakan tersebut.

Distribusi bintang di Bimasakti. Kredit: V. Belokurov
Bimasakti memang juga mengalami tabrakan dengan galaksi lain, seperti galaksi kerdil Sagitarius. Namun, galaksi "Sosis" jauh lebih masif. Total massanya diperkirakan mencapai 10 miliar kali massa Matahari kita.

Ketika galaksi "Sosis" menabrak Bimasakti muda, lintasan tabrakannya menyebabkan banyak kekacauan. Hal itu telah membuat cakram galaksi Bimasakti membengkak, atau bahkan hancur berantakan, sehingga bentuk Bimasakti muda kemungkinan berbeda dengan bentuknya saat ini.

Selain mengubah bentuk galaksi Bimasakti, puing-puing dari galaksi "Sosis" ini juga teramati tersebar di seluruh bagian dekat jantung Bimasakti, menciptakan tonjolan di pusat galaksi dan lingkaran bintang yang disebut halo yang mengelilinginya.

Penelitian baru ini juga mengidentifikasi setidaknya delapan gugus bintang bola yang dibawa ke Bimasakti oleh galaksi "Sosis". Galaksi kecil umumnya tidak memiliki gugus bola sendiri, sehingga galaksi "Sosis" kemungkinan berukuran cukup besar karena memiliki gugusan bintang.

"Meskipun ada banyak galaksi kerdil yang bertabrakan dengan galaksi Bimasakti selama hidupnya, galaksi 'Sosis' ini adalah yang terbesar dari semuanya," kata Sergey Koposov dari Universitas Carnegie Mellon, astronom dalam penelitian ini yang telah mempelajari kinematika bintang-bintang galaksi "Sosis" dan gugus bolanya secara mendetail.
BERIKAN KOMENTAR ()