PSR J2215+5135: Bintang Neutron Termasif yang Pernah Ditemukan

Ilustrasi PSR J2215+5135. Kredit: Gabriel Pérez, SMM (IAC)
Info Astronomy - Bintang neutron (atau sering juga disebut pulsar) merupakan sebuah sisa bintang masif yang telah mencapai akhir dari kehidupannya. Baru-baru ini, sekelompok astronom menemukan bintang neutron paling masif yang pernah diamati.

Bintang neutron sendiri terbentuk dari kematian bintang yang memiliki massa antara 10 hingga 30 massa Matahari. Meskipun ukurannya kecil (diameternya "hanya" sekitar 20 kilometer), bintang neutron memiliki massa yang lebih masif dari massa Matahari kita. Dengan kata lain, bintang neutron merupakan objek yang sangat padat.

Adalah sekelompok astronom dari Universitat Politècnica de Catalunya (UPC) dan Institut Astrofisika Kepulauan Kanaria (IAC), yang melakukan penelitian untuk mengukur massa salah satu bintang neutron termasif yang pernah diketahui hingga saat ini.

Ditemukan pada tahun 2011 dan dikatalogkan sebagai PSR J2215+5135, bintang neutron tersebut memiliki massa sekitar 2,3 kali massa Matahari. Walau terdengar tidak begitu besar, faktanya massa itu membuatnya menjadi yang termasif dari lebih dari 2.000 bintang neutron yang telah berhasil diidentifikasi sejauh ini.

Penelitian ini dipimpin oleh Manuel Linares, astronom dari Grup Astronomi dan Astrofisika (GAA) di Departemen Fisika UPC, bekerja sama dengan astronom Tariq Shahbaz dan Jorge Casares dari IAC.

Dalam penelitiannya, mereka menggunakan data yang diperoleh dari Gran Telescopio Canarias (GTC), sebuah teleskop optik dan inframerah terbesar di dunia; William Herschel Telescope (WHT), Isaac Newton Telescope Group (ING); dan teleskop IAC-80.

Dari data-data itu, diketahuilah bahwa PSR J2215+5135 merupakan bagian dari sistem biner, yakni sistem di mana dua bintang saling mengorbit pada pusat massanya. Pasangan bintang neutron ini diketahui merupakan bintang "normal", sebuah bintang kerdil kuning yang mirip seperti Matahari.

Linares dan rekan-rekannya menggunakan metode yang fokus untuk mengukur kecepatan gerak kedua bintang pada sistem biner ini dalam saling mengitari pusat massanya. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengetahui seberapa besar massa keduanya.

Mampu menentukan massa bintang neutron memiliki konsekuensi yang sangat penting bagi banyak bidang astrofisika. Seperti misalnya interaksi antara nukleon (neutron dan proton yang membentuk inti atom) pada kepadatan tinggi (seperti di dalam bintang neutron) adalah salah satu misteri besar fisika saat ini. Bintang neutron merupakan laboratorium alami untuk mempelajari keadaan materi yang paling padat dan paling eksotis di alam semesta.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa untuk mencapai massa 2,3 kali massa Matahari, tolakan antar partikel dalam inti bintang neutron harus cukup kuat. Ini menunjukkan bahwa kita tidak mungkin menemukan hal seperti ini selain di dalam bintang neutron.


Sumber: IAC
Jurnal referensi: 10.3847/1538-4357/aabde6
BERIKAN KOMENTAR ()