Ya, dari delapan planet di tata surya, lima di antaranya dapat diamati tanpa alat bantu optik, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.
Tapi sebentar, mengapa planet-planet tersebut bisa terlihat terang? Bukankah planet tidak menghasilkan cahaya sendiri seperti bintang yang memancarkan energi dari reaksi fusi nuklir di intinya? Ah, jangan-jangan drone milik elite global yang sengaja diterbangkan!1!1!
Tunggu dulu. Daripada langsung berpikiran negatif, lebih baik kita cari tahu mengapa planet bisa terlihat terang di langit.
Mengapa Planet Bisa Terlihat?
Planet memang tidak memancarkan cahaya sendiri seperti bintang. Namun, bukan berarti planet tidak bisa terlihat.Kamu pasti pernah melihat Bulan di langit, kan? Cahaya Bulan sebenarnya merupakan cahaya Matahari yang dipantulkan oleh permukaannya ke mata kita sebagai pengamat. Dengan kata lain, ketika kita melihat sisi Bulan yang terang, kita sedang melihat sisi siang harinya.
Hal yang sama terjadi pada planet.
Planet-planet memantulkan cahaya Matahari yang menyinarinya. Karena itu, bagian planet yang sedang menghadap Matahari merupakan sisi siang yang dapat memantulkan cahaya ke arah Bumi.
Namun, posisi planet terhadap Matahari dan Bumi terus berubah. Ada kalanya sebuah planet berada terlalu dekat dengan Matahari jika dilihat dari Bumi sehingga cahayanya kalah terang oleh silau Matahari. Pada kondisi seperti ini, planet menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin diamati dari permukaan Bumi.
Planet atau Bintang?
Karena jaraknya sangat jauh dari Bumi, planet yang kita lihat dengan mata telanjang memang tampak seperti titik cahaya, sama seperti bintang. Lalu, bagaimana cara membedakannya?Ada cara yang cukup sulit dan ada cara yang lebih sederhana.
Kita mulai dari cara yang lebih sulit.
Jika kamu menemukan suatu objek langit yang terang tapi kamu tidak tahu itu planet atau bintang, perhatikan posisi objek tersebut terhadap bintang-bintang di sekitarnya. Lakukan pengamatan selama minimal tujuh hari. Jika itu planet, posisinya perlahan akan berubah relatif terhadap bintang-bintang latar belakang.
Perubahan posisi inilah yang membuat objek tersebut disebut "planet", yang diambil dari bahaya Yunani yang artinya "pengembara". Berbeda dari bintang yang tampak mempertahankan posisinya, planet bergerak mengikuti orbitnya mengelilingi Matahari. Akibatnya, posisi planet di langit berubah dari malam ke malam.
Cara pertama ini memang membutuhkan kesabaran. Makanya ada cara yang jauh lebih sederhana: Perhatikan cahayanya.
Planet-planet yang dapat dilihat dengan mata telanjang umumnya tampak cukup terang karena jaraknya jauh lebih dekat daripada bintang-bintang di langit. Planet Venus bahkan merupakan objek paling terang ketiga di langit setelah Matahari dan Bulan.
Selain itu, cahaya planet biasanya tampak lebih stabil dibandingkan cahaya bintang. Bintang sering terlihat berkelap-kelip karena diameter sudutnya yang kecil (akibat jaraknya yang sangat jauh) bikin cahayanya harus melewati atmosfer Bumi yang terus bergerak dan memiliki lapisan dengan suhu serta kepadatan berbeda.
Planet sebenarnya juga sedikit berkelap-kelip. Namun, karena planet memiliki ukuran diameter sudut yang sedikit lebih besar, efek turbulensi atmosfer tersebut cenderung tidak membuat cahayanya berkelap-kelip sekuat bintang.
Namun, cara kedua ini memang tidak selalu mudah. Kondisi atmosfer, ketinggian benda langit, dan polusi cahaya dapat memengaruhi penampakannya.
Cara paling meyakinkan tentu saja menggunakan teleskop. Planet akan menunjukkan bentuk dan karakteristik yang tidak dapat dilihat pada bintang. Jupiter, misalnya, dapat memperlihatkan pita awan dan beberapa satelit alaminya. Saturnus bahkan dapat memperlihatkan sistem cincinnya melalui teleskop kecil.
Namun, cara kedua ini memang tidak selalu mudah. Kondisi atmosfer, ketinggian benda langit, dan polusi cahaya dapat memengaruhi penampakannya.
Cara paling meyakinkan tentu saja menggunakan teleskop. Planet akan menunjukkan bentuk dan karakteristik yang tidak dapat dilihat pada bintang. Jupiter, misalnya, dapat memperlihatkan pita awan dan beberapa satelit alaminya. Saturnus bahkan dapat memperlihatkan sistem cincinnya melalui teleskop kecil.
Jadi, jika kamu melihat titik cahaya terang di langit malam, jangan buru-buru menganggapnya sebagai bintang. Bisa jadi itu adalah salah satu planet tetangga kita.
Kalau ingin mengamati planet dengan teleskop sendiri, kamu juga bisa melihat pilihan teleskop pemula di InfoAstronomy Store.


