Kiat-kiat Memotret Gerhana Bulan Total dengan "Smartphone"

Gerhana Bulan Total. Kredit: Rick Klawitter
Info Astronomy - Akhir pekan ini, 28 Juli 2018, peristiwa berupa gerhana Bulan total akan terjadi. Kamu mungkin salah satu orang yang sudah menunggunya sejak lama dan berencana untuk mengabadikan peristiwa tersebut dengan kamera smartphone. Tapi, sudah tahukah kamu cara memotretnya?

Memotret gerhana Bulan total dengan smartphone tidak seperti berswafoto yang hanya tinggal jepret saja. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum melakukan pemotretan.

Perlu diketahui, lensa pada kamera smartphone merupakan lensa sudut lebar. Sehingga ketika digunakan untuk memotret objek langit jauh seperti Bulan, kenampakan Bulan pada hasil jepretan akan begitu kecil, mengecewakan.

Kiat Pertama, Manfaatkan Latar Depan

Walaupun beberapa kamera smartphone memiliki fitur zoom, fitur tersebut sebenarnya hanyalah digital zoom. Atau dengan kata lain, fitur tersebut hanya melakukan crop terhadap hasil foto, sehingga kualitasnya tidak terlalu bagus.

Daripada menggunakan fitur digital zoom, pengguna kamera smartphone bisa melakukan teknik pemotretan yang lain, yakni mengikutsertakan latar depan atau foreground. Jadi, alih-alih hanya fokus pada Bulan, fotografer smartphone bisa memanfaatkan latar depan seperti pepohonan, bangunan, dan lain-lain agar hasil jepretan terlihat lebih baik.

Kuncinya adalah, jangan memotret Bulan tanpa ditemani objek lain.

Memotret gerhana Bulan total adalah fotografi dengan cahaya minim. Untuk pengaturan kameranya, mulailah dengan mematikan flash. Walau pemotretan dilakukan pada malam hari, kita sama sekali tidak membutuhkan flash.

Masuklah ke mode manual pada kamera smartphone kamu. Dengan masuk ke mode manual, kamu bisa dengan leluasa mengatur beberapa parameter penting dalam memotret, seperti ISO dan shutter speed (kecepatan rana).

Pada mode manual ini, sebaiknya atur ISO serta kecepatan rana ke angka paling rendah yang terpampang pada layar smartphone-mu. Pengaturan seperti ini dilakukan supaya kualitas gambar yang dihasilkan bisa lebih maksimal. Namun, hal ini opsional, yang artinya kamu bisa sesuaikan sendiri.

Selain ISO dan kecepatan rana, eksposur juga perlu diatur. Beberapa smartphone kini bisa diatur eksposur kameranya. Eksposur sendiri berfungsi untuk mengatur kecerahan gambar sehingga kamu bisa mengatur intensitas cahaya Bulan dan lingkungan sekitar yang diinginkan.

Kiat Kedua, Gunakan Teleskop

Untuk mendapatkan gambar Bulan yang besar pada hasil foto, seorang fotografer membutuhkan lensa tele. Tapi, karena smartphone tidak bisa dipasangi lensa tele, kita bisa mengubah caranya: memasangnya pada teleskop.

Teleskop berfungsi sebagai pengumpul cahaya. Dengan menempelkan kamera smartphone kita pada teleskop, maka hasil fotonya bisa lebih jelas, seperti yang saya potret pada gerhana Bulan total 31 Januari 2018:

Kredit: Riza/InfoAstronomy.org
Gambar di atas diambil menggunakan kamera smartphone kelas menengah ke bawah, namun hasilnya cukup memuaskan karena kameranya ditempelkan pada teleskop.

Untukmu yang memiliki teleskop, kamu hanya perlu membeli adapter kamera smartphone untuk teleskop. Pasang smartphone-mu pada adapter tersebut, lalu adapternya dipasang dengan kuat pada eyepiece teleskop.

Untuk pengaturan kameranya kurang lebih sama saja seperti yang sudah dijelaskan di atas. Lebih bagus lagi bila kamera smartphone-mu memiliki fitur auto-focus agar wajah Bulan yang terpampang pada hasil jepretan bisa lebih tajam.

Nah, itulah dia kiat-kiat untuk memotret gerhana Bulan total dengan menggunakan kamera smartphone. Hasil potretnya jelas tidak akan sebagus bila kita menggunakan DSLR.

Mari kreatif~
BERIKAN KOMENTAR ()