16 Juli 2018: Konjungsi Bulan Sabit dengan Planet Venus

Konjungsi Bulan-Venus. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Apakah kamu sering melihat adanya objek mirip bintang namun sangat terang di langit barat saat senja? Itu adalah planet Venus. Pada 16 Juli 2018, Venus akan ditemani oleh Bulan sabit muda.

Peristiwa ini dikenal sebagai konjungsi. Sederhananya, Venus dan Bulan akan berada "searah" atau di arah yang sama di langit. Tampak dekatnya kedua benda langit ini hanya karena kita mengamatinya dari Bumi, karena pada kenyataannya mereka berdua masih sangat berjauhan satu sama lain.

Adakah dampak negatifnya bagi Bumi? Tidak ada, Bumi tetap bulat, dan Prancis tetap menjadi juara Piala Dunia 2018.

Baru berusia 3 hari sore ini, Bulan sabit akan berada sejauh 3° dari planet Venus pada pukul 18:15 sore waktu setempat daerahmu. Cara mengamatinya pun mudah, cukup arahkan pandangan ke arah barat (arah Matahari terbenam), maka kamu akan menemukan konfigurasi Venus dan Bulan seperti pada gambar di atas.

Dari Indonesia, sebenarnya pasangan kosmis ini sudah bisa terlihat sekitar pukul 18:04 waktu setempat, beberapa menit setelah Matahari terbenam, saat keduanya masih berada pada ketinggian 39° di atas cakrawala barat. Karena gerak rotasi Bumi, kenampakan Venus dan Bulan akan berakhir sekitar 2 jam 58 menit setelah Matahari terbenam karena keduanya sudah terbenam.

Pada saat konjungsi, Venus akan bersinar dengan magnitudo -4,1, sementara Bulan akan dengan magnitudo -10,6. Itu artinya, mereka berdua sangat terang dan bisa diamati dengan kasat mata. Tapi untuk mengamati Venus lebih jelas, kamu memerlukan teleskop.

Jika kamu melihat Venus melalui teleskop sore ini, kamu akan menemukan bahwa planet terdekat dengan Bumi ini berada dalam fase cembung. Venus juga sebenarnya semakin cerah dari satu malam ke malam berikutnya, tidak meredup.

Hemm... tunggu dulu. Venus memiliki fase? Memangnya dia Bulan?

Jangan salah, planet-planet dalam (Merkurius dan Venus) memiliki fase juga. Hal itu menjadi bukti bahwa planet kita (dan planet-planet lain di tata surya) mengelilingi Matahari. Fase Venus terjadi karena posisinya yang relatif berubah-ubah terhadap Bumi, sehingga cahaya yang diterima dari Matahari dalam pandangan dari Bumi juga berubah-ubah, membentuk fase layaknya Bulan.

Di mana pun kamu di Indonesia senja ini, semoga cuaca cerah agar pemandangan ke Venus dan Bulan bisa berjalan lancar. Jangan lupa jepret dengan kameramu untuk diunggah dan tandai @infoastronomy di Instagram!
BERIKAN KOMENTAR ()