Danau Berair Cair Ditemukan di bawah Permukaan Mars

Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Dengan yakin, para astronom mengatakan bahwa planet Mars memiliki air dalam bentuk cair, dan kita akhirnya tahu di mana seluruh air di Mars itu bersembunyi!

Penemuan epik terbaru ini dicapai dengan menggunakan instrumen radar yang disematkan pada wahana antariksa pengorbit Mars milik Agensi Antariksa Eropa (ESA), Mars Express. Adalah para ilmuwan dari Badan Antariksa Italia yang menemukan sebuah danau besar berair cair yang tersembunyi 1,5 kilometer di bawah lapisan es kutub selatan Mars dan luasnya mencapai 20 kilometer.

Para ilmuwan mengatakan bahwa danau berair cair di Mars ini sangat mirip dengan danau subglasial yang terperangkap di bawah es Kutub Utara dan Antartika di Bumi. Dan, seperti danau subglasial di planet kita, kemungkinan ada kehidupan di danau subglasial Mars.

Hemm, ALIEN!!1!1!

Danau subglacial telah lama dihipotesiskan sebagai tempat yang paling memungkinkan untuk menemukan air dalam bentuk cair di Planet Merah, tetapi hal itu masih sebatas hipotesis sampai studi ini membuahkan hasil. Bagaimana tidak, meneliti area subglasial di Bumi sendiri saja sulit, apa lagi meneliti area subglasial di planet lain.

Baru beberapa tahun belakangan inilah, para ilmuwan telah aktif memanfaatkan satelit yang dilengkapi radar untuk meneliti misteri air yang tersembunyi di bawah permukaan planet kita sendiri.

Sementara itu, untuk Mars, para astronom juga menggunakan teknologi serupa untuk mempelajari tudung es di area kutub planet tetangga Bumi kita tersebut. Diluncurkan sejak tahun 2003, wahana antariksa Mars Express yang mengorbit Mars dilengkapi radar untuk memuluskan penelitian ini.

Bernama Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionosphere Sounding (MARSIS), instrumen radar tersebut mampu membantu para ilmuwan dalam mencari air di bawah permukaan Mars. Bukan baru sebulan dua bulan, melainkan sudah 12 tahun pencarian.

Penelitian pertama dimulai ketika Mars Express tiba di orbit Mars, yakni sejak Mei 2012. Penelitian tersebut berlangsung sangat lama, hingga pada Desember 2015 tim ilmuwan dari ESA merilis hasil penelitian pada area seluas 200 kilometer di kutub selatan Mars, sebuah area yang disebut Planum Australe.

Penelitian pertama selama tiga tahun tujuh bulan itu berhasil mendapatkan data 29 titik radar di wilayah Planum Australe. Setiap data ini didapatkan dengan memantulkan gelombang radio dari Mars Express ke bawah permukaan Mars lalu kembali lagi ke Mars Express.

Dengan metode itu, para ilmuwan bisa mengukur perubahan antara sinyal yang dipancarkan dan sinyal yang diterima kembali untuk mempelajari fitur-fitur di bawah permukaan Mars.

Bagaimana bisa metode ini mengonfirmasi keberadaan air? Menurut jurnal ilmiahnya, sinyal radar yang diterima kembali oleh Mars Express dapat berbeda-beda. Bila sinyal yang diterima tersebut melintasi air di bawah permukaan, maka sinyal akan lebih kuat. Bahkan lebih kuat dari sinyal yang kembali dari batuan atau sedimen.

Sinyal kuat itulah yang diterima oleh para ilmuwan ketika melakukan pengamatan radar di area Planum Australe.

Meskipun ada kemungkinan lain selain air dalam bentuk cair yang ditemukan, seperti es air yang sangat dingin, atau es karbon dioksida, tetapi ketika tim ilmuwan ini menjalankan simulasi dan pengamatan lanjutan hasilnya menyatakan bahwa di sana memang ada air.

Kehidupan di Mars?

Ada air, ada kehidupan. Begitulah yang terjadi di Bumi. Tapi, apa Mars juga demikian?

Kehidupan telah banyak ditemukan berada di danau-danau subglasial Bumi. Sebelumnya juga sempat dihipotesiskan bahwa danau subglasial di Mars bisa menampung kehidupan, tetapi kala itu belum ada bukti keberadaan danau subglasialnya. Kini, penemuan ini membuka kembali kemungkinan itu lebih besar daripada sebelumnya.

"Ada banyak bukti kehidupan mikroba substansial bisa muncul pada perairan yang berada di bawah permukaan Bumi," kata astrobiologis Brendan Burns dari Universitas New South Wales, dilansir ScienceAlert.com. "Apakah skenario serupa juga ada di Mars masih menjadi misteri, tetapi temuan potensi air cair di bawah permukaan Mars ini telah membuka jalur bagi penelitian selanjutnya yang lebih menarik."

Saat ini, kita baru menemukan keberadaan air dalam bentuk cair di Mars, belum sampai ke penemuan kehidupannya. Yang jelas, air di Mars ini kemungkinan besar lebih mudah diakses daripada air di Europa dan Enseladus, kandidat benda langit lainnya di tata surya dalam pencarian kehidupan.

Kesimpulannya, Mars rupanya berair. Cukup tertarik kah kamu untuk mengunjunginya?

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Science.
BERIKAN KOMENTAR ()