Curiosity Temukan Molekul Organik di Planet Mars

Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Berada di permukaan Mars sejak tahun 2012, robot penjelajah Curiosity milik NASA baru-baru ini telah mendeteksi keberadaan molekul organik dalam batuan sedimen berumur 3 miliar tahun di Mars. Apakah ini tanda kehidupan?

Molekul organik mengandung karbon dan hidrogen, bahkan juga dapat mencakup oksigen, nitrogen dan elemen lainnya. Meskipun umumnya molekul organik terkait dengan kehidupan, molekul-molekul ini juga dapat diciptakan oleh proses non-biologis dan tidak selalu menjadi indikator kehidupan.

Beberapa molekul yang diidentifikasi oleh Curiosity ini termasuk tiofena, benzena, toluena, dan rantai karbon kecil, seperti propana atau butena.

"Apakah ada tanda-tanda kehidupan di Mars? Kami tidak tahu, tetapi hasil ini memberi tahu kami bahwa kami berada di jalur penelitian yang benar," kata Dr. Michael Meyer, ilmuwan utama Program Mars Exploration NASA.

Meskipun permukaan Mars hari ini tidak ramah bagi kehidupan, setidaknya ada bukti nyata bahwa di masa lalu, iklim Planet Merah memungkinkan air dalam bentuk cair untuk mengalir di permukaannya.

Data dari Curiosity mengungkapkan bahwa 3-4 miliar tahun yang lalu, danau air di dalam kawah Gale (nama salah satu kawah di Mars) sempat menampung segala material yang diperlukan untuk kehidupan, termasuk unsur-unsur kimia dan sumber energi.

Sayangnya, karena tidak punya medan magnet, atmosfer Mars menjadi begitu tipis. Hal itu pun membuat permukaan Mars terkena radiasi dari luar angkasa secara berlebihan, sehingga kini kondisinya menjadi tak laik huni lagi.

Dengan menemukan molekul organik kuno di batuan pada permukaan Mars ini menjadi pertanda baik bagi kita untuk mempelajari kehidupan asing di sana, terutama untuk misi penjelajahan Mars di masa yang akan datang.

Oh iya, untuk sampai pada temuan molekul organik di Mars ini, robot penjelajah Curiosity ditugaskan untuk melakukan bor ke dalam lumpur di empat area yang terletak di kawah Gale. Lumpur ini diperkirakan telah terbentuk miliaran tahun yang lalu dari sisa-sisa dasar danau kuno.

Setelah mengebor lumpur, sampel tanahnya pun langsung dianalisis dengan instrumen bernama Sample Analysis on Mars (SAM) yang terdapat pada badan Curiosity, yang menggunakan oven untuk memanaskan sampel hingga ke suhu 500 derajat Celsius untuk melepaskan molekul organik dari bubuk tanahnya.

Sayangnya, saat ini belum dapat ditentukan dari mana sumber molekul organik tersebut. Apakah itu mengandung kehidupan, atau telah ada tanpa adanya kehidupan. Molekul organik di Mars ini dianggap memegang petunjuk kimia penting untuk mengetahui kondisi dan evolusi planet tetangga kita tersebut.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam dua makalah dalam edisi 8 Juni 2018 di jurnal Science.
BERIKAN KOMENTAR ()