Mengamati Cahaya Zodiak

Cahaya zodiak (kiri) dan bentangan Bimasakti (kanan). Kredit: Maureen Allen

Info Astronomy - Tahukah kamu apa itu cahaya zodiak? Atau pernahkah kamu mengamatinya? Bukan, cahaya zodiak bukan berhubungan dengan ramalan horoskop, melainkan sebuah fenomena unik yang mungkin belum banyak diamati banyak orang.

Menurut EarthSky, cahaya zodiak terbentuk ketika sinar Matahari dipantulkan oleh debu antarplanet yang berada di sepanjang bidang ekliptik tata surya kita. Dalam kondisi yang ideal, cahaya zodiak dapat terlihat sepanjang malam sebagai bentangan cahaya redup. Pada gambar yang dipotret di California, AS di atas, cahaya zodiak ada di sebelah kiri gambar.

Dengan kata lain, cahaya zodiak adalah fenomena tata surya. Debu antarplanet yang membentuk cahaya zodiak sendiri berukuran  mulai dari ukuran semeter hingga berukuran sebutir pasir. Namun, debu ini membentuk daerah yang padat di sekitar Matahari, dan memanjang ke luar orbit Mars.

Mungkin kamu pernah melihat cahaya zodiak di langit, tapi tidak menyadarinya. Seperti misalnya saat kamu melihat sekilas saat mengemudi di jalanan pedesaan misalnya. Kenampakannya memang tidak terlalu spesial, hanya bentangan cahaya putih terang begitu saja.

Cahaya zodiak biasanya lebih terang di pagi hari sebelum Matahari terbit, ketika daerah bentangan yang lebih terang berada lebih dekat ke Matahari terbit di atas cakrawala. Waktu terbaik untuk melihat cahaya ini adalah ketika Matahari berada di antara 18 hingga 12 derajat di bawah cakrawala, tapi juga tergantung kondisi atmosfer setempat.

Nah, beruntungnya di Indonesia, cahaya zodiak paling baik dilihat dekat dengan ekuator, sehingga bisa diamati sepanjang tahun. Dari lokasi yang lebih jauh dari ekuator, cahaya zodiak bagaikan fenomena musiman, yakni hanya dapat dilihat setelah Matahari terbenam di musim semi dan sebelum Matahari terbit di musim gugur.

Mau mengamati cahaya zodiak? Cobalah malam ini.
BERIKAN KOMENTAR ()