8 Fakta Menarik Mengenai Bintang-bintang di Langit Malam

Bintang-bintang. Kredit: ESA/Hubble, NASA
Info Astronomy - Twinkle, twinkle little star…I think I know what you are! Walau masih banyak yang masih harus dipelajari tentang bintang, kita setidaknya sudah mengetahui beberapa fakta menakjubkan tentang mereka. Ingin tahu apa saja? Simak artikel berikut ini.

1. Kebanyakan hidrogen dan helium
Hidrogen dan helium adalah unsur pertama yang tercipta dalam Big Bang, dan merupakan unsur paling melimpah di alam semesta saat ini, masing-masing menyumbang 75% dan 24% massa alam semesta.

Demikian pula, unsur-unsur ini juga membentuk komposisi kimia utama bintang-bintang dengan rasio 3/4 hidrogen dan 1/4 helium, dan sisanya adalah elemen alami yang terbentuk di bintang, yang mewakili hanya sebagian kecil dari keseluruhan massa bintang tersebut.

Dengan kata lain, bintang-bintang di alam semesta yang biasa kita amati di langit malam kebanyakan terdiri atas unsur hidrogen dan helium. Matahari kita, misalnya, memiliki rasio yang mendekati 70% hidrogen dan 29% helium.

2. Matahari kita paling tidak bercahaya dari seluruh bintang di langit malam
Ada sekitar 9.096 bintang yang bisa terlihat oleh mata telanjang dari Bumi, dengan hanya sekitar 2.000-2.500 bintang dalam satu malam. Namun, menariknya, hanya segelintir dari bintang-bintang ini yang memiliki tingkat kecerahan dan ukuran yang sama dengan Matahari, yang diklasifikasikan sebagai kerdil kuning.

Semua sisanya diketahui berukuran lebih besar dan lebih cerah, dan dalam banyak kasus, ribuan kali kecerahan Matahari. Dari 50 bintang yang paling bercahaya di langit, Alfa Centauri adalah yang paling tidak bercahaya, tetapi meskipun demikian, ia masih lebih dari satu setengah kali lebih terang secara intrinsik daripada Matahari kita.

Bintang-bintang. Kredit: NASA
3. Ada lebih dari 100 oktiliun bintang di alam semesta
Galaksi Bimasakti diketahui memiliki kurang lebih 100 hingga 200 miliar bintang. Belum lagi galaksi-galaksi lain di alam semesta yang jumlahnya mungkin tak terhitung. Tetapi, perkiraan menyatakan bahwa kemungkinan ada sekitar 100 oktiliun (angka 100 diikuti 27 angka 0) bintang di alam semesta kita.

Jumlah ini berdasarkan perkiraan 10 triliun galaksi dikalikan dengan rata-rata 100 miliar bintang. Walau belum pasti, angka perkiraan ini sudah cukup membuat kita bukan apa-apa di alam semesta yang begitu luas, kan?

4. Sebagian besar bintang tergabung di sistem biner
Ketika kita melihat bintang-bintang pada malam hari, kita hanya melihat bintang yang tampak satu atau tunggal saja. Tetapi, pada kenyataannya, hanya sekitar 35% dari semua bintang yang kita amati adalah bintang penyendiri, seperti Matahari kita. Sisanya, mereka adalah sistem biner.

Sistem biner merupakan sistem dua atau lebih bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Dalam hal ini, contohnya adalah sistem bintang Alfa Centauri yang terdiri dari tiga (bila Proxima Centauri dihitung) bintang yang saling mengorbit satu sama lain.

Satu-satunya alasan kita tidak melihat sistem bintang biner di langit adalah karena mereka terlalu jauh untuk mata manusia bisa melihatnya sebagai dua atau lebih bintang. Sistem biner ini kemungkinan muncul karena banyak bintang-bintang yang terbentuk di satu awan molekuler yang sama.

5. Beberapa bintang terbesar adalah jenis super raksasa merah
Agar lebih mudah, para astronom biasanya menggunakan massa Matahari untuk menghitung massa bintang-bintang lain. Dari perhitungan itu, diketahui bahwa jenis bintang super raksasa merah merupakan bintang-bintang terbesar di alam semesta.

Katakanlah Betelgeuse (Alfa Orionis) di rasi bintang Orion. Dengan massa 7,7 sampai 20 kali massa Matahari, Betelgeuse setidaknya 700-1.000 kali lebih masif, dengan diameter rata-rata sekitar 1.643 miliar kilometer. Ketidakpastian angka ini muncul dari sejumlah faktor, dan sejauh ini belum ada ukuran definitif atau nilai massa untuk Betelgeuse.

Namun, harus diingat bahwa bintang-bintang ini merupakan jenis bintang yang sedang mendekati akhir hidupnya. Oleh karena itu, ukuran dan massanya besar. Jadi, bila kamu ingin melihat bintang-bintang terbesar di langit malam, carilah yang cahayanya kemerahan.

6. Bintang terpanas berwarna biru
Pernahkah kamu memperhatikan warna api di kompor gas? Mengapa warnanya biru? Itu karena warna biru lebih panas daripada yang merah. Begitu juga yang berlaku pada sebuah bintang; bintang-bintang biru lebih panas!

Pleiades yang dipenuhi bintang-bintang panas. Kredit: Wikimedia Commons
Warna bintang berfungsi sebagai pembawa informasi mengenai temperatur, massa, dan komposisinya. Dengan hanya mengamati cahaya bintang, para astronom bisa tahu kandungan unsur pada bintang tersebut hingga mengetahui seberapa panas suhu permukaannya.

Bintang terdingin (atau suhu paling rendah) adalah bintang-bintang merah, yang sebagian besar merupakan jenis bintang raksasa merah dingin yang telah berevolusi dari fase deret utama. Bintang-bintang ini memiliki suhu permukaan sekitar 2.000 sampai 3.500 Kelvin.

Sementara itu, bintang-bintang terpanas berwarna biru, dengan suhu permukaan yang bisa mencapai 30.000 sampai dengan 60.000 Kelvin!

7. Tidak ada bintang hijau?
Akan ada banyak bintang berwarna hijau jika penglihatan manusia bekerja secara berbeda, tetapi spektrum cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang ini akan menjadi kacau, itulah sebabnya mengapa kita hanya melihat bintang berwarna putih, atau kuning muda.

Ketika kita melihat Matahari kita dari luar atmosfer Bumi, bintang terdekat dari planet kita ini akan tampak putih cemerlang, dan tampak kuning karena ada atmosfer Bumi yang mencerai-beraikan dan menyerap sebagian cahaya dari Matahari yang kita amati.

Menariknya, sebagian besar bintang memancarkan cahaya hijau, namun warna itu diserap oleh frekuensi lain dalam spektrum, yang kemudian muncul sebagai cahaya putih dalam penglihatan manusia.

8. Bintang neutron bintang terpadat
Bila kamu belum tahu, bintang neutron adalah sisa-sisa bintang yang telah mengakhiri hidup mereka dalam ledakan dahsyat yang disebut sebagai supernova. Pada awalnya, nenek moyang bintang neutron merupakan bintang masif yang bermassa delapan kali massa Matahari sebelum meledak.

Namun, setelah supernova, hanya inti bintangnya saja yang tersisa, yang dikenal sebagai bintang neutron. Bintang ini sangat padat. Berdiameter hanya sekitar puluhan kilometer, tetapi massanya bisa ratusan kali massa Matahari.

Bintang neutron tidak lagi memancarkan cahaya, sehingga kita tidak bisa mengamatinya dari Bumi dengan kasat mata saja.

Nah, itulah delapan fakta menarik mengenai bintang yang mungkin belum kamu tahu. Semoga menambah wawasanmu.
BERIKAN KOMENTAR ()