Sebuah Replika Bintang Akan Hadir di Bumi

Ilustrasi bintang kerdil putih. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Bintang-bintang berada sangat jauh dari Bumi. Daripada hanya mengamatinya dari jauh, baru-baru ini sekelompok astronom berencana untuk membuat replika bintang di Bumi. Bagaimana caranya?

Adalah sekelompok astronom dari Universitas Texas di Austin, dengan proyek barunya yang bernilai 7 juta dolar AS yang dibiayai oleh Departemen Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (DOE/NNSA) di AS, akan membuat replika bintang yang dimaksud.

Menggunakan sumber sinar-X paling kuat di dunia, instrumen bernama mesin-Z di Sandia National Laboratories, New Mexico, AS akan mereplikasi suhu ekstrem dan kepadatan plasma yang ditemukan di dalam bintang jenis kerdil putih, sisa-sisa bintang masif yang telah meledak dalam supernova.

"Jika kita ingin mempelajari kerdil putih yang suhu permukaannya 15.000 derajat Celsius, maka kita akan melakukan eksperimen pada suhu 15.000 derajat Celsiuc juga," kata Mike Montgomery, salah satu astronom dalam studi ini, dilansir dari laman resmi Universitas Texas. "Ini benar-benar seperti mengambil sepotong Matahari lalu melihatnya dengan mikroskop."

Tim astronom ini berencana untuk melakukan eksperimen replika bintang selama lima tahun ke depan. Mereka berharap hasil studi ini nantinya akan memungkinkan mereka untuk bekerja lebih baik dalam menghitung massa bintang kerdil putih dan juga usia mereka, yang mana sejauh ini masih sulit dilakukan dalam astronomi observasional.

Lalu, bagaimana misi ini bisa dicapai? Mesin-Z menggunakan kapasitor besar untuk menyimpan muatan listrik dan kemudian melepaskannya secara instan ke titik yang difokuskan. Setiap "tembakan" dari mesin ini membawa muatan lebih dari 1.000 kali listrik pada petir, membuat partikel akan saling bertabrakan pada jalur Z vertikal. Itulah mengapa disebut mesin-Z.

Semburan energi yang dihasilkan mesin-Z ini diklaim "lebih besar daripada yang dihasilkan oleh pembangkit listrik manapun di dunia". Dengan begitu, mesin-Z ini akan memungkinkan para astronom untuk mereplikasi kondisi yang ditemukan di dalam kerdil putih.

Cukup menarik, kan? Mari kita berharap semoga hasil penelitian ini akan cukup mengesankan dan berdampak baik bagi ilmu pengetahuan di masa mendatang.
BERIKAN KOMENTAR ()