Menanti Oposisi Jupiter 2018

Jupiter dan bulan-bulannya. Kredit: ESA/Hubble, NASA
Info Astronomy - Tahukah Anda apa itu oposisi Jupiter? Pada tahun 2018 ini, planet termasif di tata surya kita tersebut akan mencapai titik oposisi terhadap Matahari pada 9 Mei 2018. Inilah kesempatan terbaik untuk mengamatinya!

Tepat pada pukul 07.28 WIB (9/5), planet Bumi kita lewat di antara Matahari dan planet Jupiter. Fenomena ini akan menempatkan Jupiter tepat berada di seberang Matahari di langit Bumi. Astronom menyebut fenomena ini sebagai oposisi Jupiter.

Oposisi adalah "terletak berlawanan". Dengan kata lain, karena Jupiter akan mencapai titik oposisinya terhadap Matahari, hal itu akan membuat planet Jupiter terbit tepat saat Matahari terbenam, lalu berada di titik tertinggi dari cakrawala pada tengah malam, dan akhirnya terbenam di barat tepat saat Matahari terbit esok hari.

Apa istimewanya oposisi Jupiter ini? Pertama, fenomena ini akan membuat Jupiter bersinar lebih terang daripada bintang mana pun di langit malam (bahkan lebih terang dari Sirius!). Hal ini terjadi karena posisinya yang berseberangan dengan Matahari, maka seluruh permukaannya yang kita amati dari Bumi akan tersinari Matahari sepenuhnya.

Jupiter akan menjadi planet kedua paling terang setelah Venus nantinya. Namun, Venus hanya bisa diamati di langit arah barat setelah Matahari terbenam, sementara Jupiter bisa diamati sepanjang malam. Dengan begitu, saat kita menikmati senja pada 9 Mei 2018 mendatang, kita bisa melihat Venus berada rendah di barat dan Jupiter baru saja terbit di timur.

Lalu, seperti apa kenampakan Jupiter saat oposisinya? Sayangnya, walaupun dikatakan akan mencapai jarak terdekat dengan Bumi, jarak Jupiter dari Bumi masih sekitar 4,4 AU, atau sekitar 658.000.000 kilometer jauhnya. Dengan pandangan tanpa alat bantu teleksop, ia hanya akan tampak bagaikan bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip.

Jupiter lewat teleskop pada 3 April 2017. Kredit: Shahrin Ahmad
Bila Anda punya teleskop, ini kesempatan terbaik untuk mengamati sang planet raksasa gas. Dengan teleskop, pandangan ke arah Jupiter bisa lebih jelas. Kita bisa melihat garis-garis atmosfer Jupiter hingga empat bulan Galilea; yakni Io, Europa, Ganimede, dan Kalisto.

Pada oposisi 2018 ini, Jupiter akan bertengger di depan rasi bintang Libra, dekat bintang bermagnitudo 2, Zubenelgenubi, bintang paling terang di Libra. Walau begitu, kita tidak akan kesulitan untuk mengidentifikasi Jupiter, sebab ia akan 100 kali lebih terang dari Zubenelgenubi.

Oposisi Jupiter sendiri terjadi setiap 13 bulan. Tahun lalu, oposisi Jupiter terjadi pada 7 April 2017, sementara tahun depan akan terjadi pada 10 Juni 2019.

Dengan jarak oposisi 2018 ini yang diperkirakan mencapai 4,4 AU, diameter sudut Jupiter di langit akan mencapai 43,8 arcsec, serta akan bersinar pada magnitudo -2,5. Selamat menanti oposisi Jupiter!


Sumber: In-the-sky.org, Naked Eye Planets, Space.
BERIKAN KOMENTAR ()