Wahana Antariksa Juno Jepret Io yang Dipenuhi Gunung Berapi

Io, salah satu satelit alami milik Jupiter. Kredit:  NASA/JPL-Caltech/SwRI/Roman Tkachenko
Info Astronomy - Io, satu dari empat satelit alami terbesar milik Jupiter, baru-baru ini menjadi bahan perbincangan para astronom setelah wahana antariksa Juno berhasil memotret dirinya yang dipenuhi oleh gunung berapi.

Io diketahui memiliki lebih dari 130 gunung berapi aktif dari total 400 gunung berapi, hal itu menjadikannya objek yang paling aktif secara vulkanik di tata surya kita. Juno menggunakan instrumen Jovian Infrared Aurora Mapper (JIRAM) untuk mengambil foto Io yang spektakuler selama Perijove 7 yang lalu, ketika kita lebih fokus mengagumi Bintik Merah Besar Jupiter (maaf, Io!).

Juno berhasil melihat Io yang tampak seperti terbakar. Karena JIRAM melihat dalam inframerah, Juno menemukan setidaknya 60 titik panas di bulan kecil tersebut.

Menurut informasi dari Universe Today, aktivitas vulkanik di Io telah ditemukan oleh para ilmuwan sejak wahana antariksa Voyager 1 terbang lintas dekat melewatinya pada tahun 1979. Adalah Linda Morabito, kepala ilmuwan Voyager 1 yang melihat benjolan kecil di dekat Io ia saat menganalisis gambar dari Voyager 1.

Benjolan pada Io dari Voyager 1. Kredit: NASA History
Awalnya, Morabito berpikir pada benjolan tersebut adalah bulan lain selain Io yang belum diidentifikasi. Namun, beberapa saat kemudian, dia menyadari bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Sebab bila benar itu adalah bulan lainnya, maka seharusnya sudah terlihat oleh teleskop di Bumi sejak lama, namun kenyataannya tidak.

Analisis lanjutan pun dilakukan. Sampai akhirnya, Morabito dan tim Voyager 1 segera menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang melihat gumpalan abu vulkanis dari gunung berapi di Io yang mencapai setinggi 300 kilometer dari permukaan Io. Itu adalah momen pertama kalinya dalam sejarah bahwa gunung api aktif telah terdeteksi di luar Bumi.

Si Pizza Kosmis

Keberadaan gunung berapi di Io sangatlah unik. Abu vulkanis dan aliran lava dari gunung berapi di Io telah membuat permukaan Io berubah, serta menyelimutinya dengan alotrop dan senyawa sulfur yang berwarna kekuning, putih, hitam, hijau, dan merah. Hal itu pun membuat kenampakan Io bagaikan pizza bila dilihat dari orbitnya.

Io si Pizza Kosmis. Kredit: Wikimedia Commons
Dengan begitu banyaknya gunung berapi, suhu permukaan Io diperkirakan sangat panas, yakni sekitar 1.300° Celsius. Sebagian besar lavanya terbuat dari basal, jenis batuan vulkanik yang umum ditemukan di Bumi, tetapi beberapa aliran terdiri dari sulfur dan belerang dioksida, yang melukis lanskap Io dengan warna yang unik.

Terletak lebih dari 640 juta kilometer dari Matahari, bagaimana sebuah bola kecil yang diameternya hanya 1.800 kilometer, atau sedikit lebih besar dari Bulan kita, bisa menjadi begitu panas dengan banyaknya gunung berapi?

Menurut studi yang telah dilakukan para ilmuwan, satelit alami Jupiter lainnya lah yang menjadi penyebabnya, terutama Europa dan Ganimede. Mereka menarik Io dengan gravitasinya yang lebih besar, menyebabkan Io berputar mengelilingi Jupiter dalam orbit eksentrik. Ditambah adanya pengaruh gravitasi Jupiter yang kuat, hal ini pun menciptakan gesekan di interior Io, memanaskan dan melelehkan intinya.
BERIKAN KOMENTAR ()