Apa Itu Planet Ekstrasurya?

Ilustrasi. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Di tata surya kita, setidaknya ada delapan planet utama yang mengorbit Matahari. Tapi, tata surya kita bukan satu-satunya sistem bintang di alam semesta. Ada sistem bintang lain pula, yang diorbiti oleh planet-planet ekstrasurya. Mari mengenal planet ekstrasurya lebih dekat.

Planet ekstrasurya adalah sebutan bagi planet yang mengorbit bintang selain Matahari kita. Planet ekstrasurya pertama yang ditemukan mengorbit bintang mirip Matahari diumumkan keberadaannya pada 6 Oktober 1995. Sejak saat itu, para astronom telah menemukan lebih dari 3.700 planet ekstrasurya lainnya!

Planet ekstrasurya termudah untuk dideteksi adalah planet besar (sebesar Jupiter) yang berada dekat dengan bintang induknya. Planet jenis ini dikenal sebagai "Jupiters panas", jenis planet ekstrasurya yang paling mendominasi daftar katalog planet ekstrasurya sejauh ini.

Walau begitu, bukan berarti jenis planet lain selain "Jupiter panas" tidak pernah ditemukan. Seiring majunya teknologi pengamatan langit, kita sudah berhasil menemukan semakin banyak planet seukuran mirip Neptunus dan bahkan yang berukuran mirip Bumi.

Bagaimana Cara Menemukan Planet Ekstrasurya?
Bintang selain Matahari berada sangat jauh dari Bumi. Bintang terdekat saja jaraknya masih 4,2 tahun cahaya, dengan 1 tahun cahaya setara dengan jarak 9,4 triliun kilometer. Dari Bumi, bintang terdekat tersebut hanya muncul bagaikan titik terang. Lalu, bagaimana para astronom bisa melihat planet-planet ekstrasurya di bintang-bintang yang lebih jauh?

Planet hanya memiliki sebagian kecil dari total massa bintang induknya. Hal itu membuat planet sangat kecil bila dibandingkan dengan bintangnya, membuat mereka sangat sulit dideteksi dari Bumi.

Tapi, para astronom tak pernah kehabisan cara. Dengan cerdiknya, karena planet-planet tidak dapat diamati secara langsung, para astronom pemburu planet hanya perlu mengamati bintang-bintangnya saja, lalu mencari efek-efek yang ditimbulkan karena adanya planet yang mengorbiti bintang-bintang ini.

Apa saja efek-efek itu? Pertama, kedipan cahaya bintang. Saat sebuah planet mengorbit sebuah bintang, ia bisa saja lewat di depan bintang tersebut dalam pandangan dari Bumi. Peristiwa yang dikenal sebagai transit ini akan membuat cahaya dari bintang meredup sedikit. Bila redupannya konstan atau terjadi pada periode tertentu yang teratur, maka bisa dipastikan ada planet di sana.

Efek kedua adalah goyangan bintang. Efek kedua ini bisa diteliti dengan metode yang bernama astrometri. Seperti yang kita tahu, bintang selalu jauh lebih besar daripada planet, sehingga pusat massa antara bintang dan planet sudah pasti akan lebih dekat ke bintang, dan dengan demikian orbit bintang dalam mengelilingi pusat massa akan sangat kecil sementara orbit planet jauh lebih besar.

Dengan astrometri, kita bisa mengetahui sebuah bintang memiliki planet yang mengitarinya atau tidak dari meneliti perubahan posisi (atau goyangan) bintang tersebut. Perubahan posisi bintang ini disebabkan oleh tarikan gravitasi planet. Semakin besar goyangannya, kemungkinan semakin besar atau semakin banyak planet-planet yang mengitarinya.

Baca Juga: 6 Metode untuk Menemukan Planet Ekstrasurya

Dengan meneliti efek-efek tadi, para astronom sudah bisa menghitung seberapa besar ukuran, massa, dan jarak planet-planet ekstrasurya dari bintang induknya, serta bahkan bisa mengetahui apakah planet ekstrasurya yang ditemukan merupakan planet berbatu seperti Bumi atau planet raksasa gas seperti Jupiter.

Jadi, tidak hanya Matahari yang memiliki planet-planet yang mengitarinya. Bintang-bintang yang biasa kita lihat di langit malam juga bisa memilikinya. Dan dari begitu banyaknya bintang di alam semesta, pasti ada kemungkinan planet-planet ekstrasurya yang mengitarinya memiliki kehidupan seperti kita, yang sedang berpikir, "Apakah ada kehidupan lain di luar sana?".
BERIKAN KOMENTAR ()