1,7 Miliar Bintang di Galaksi Bimasakti dalam Pandangan Gaia

Kredit: DPAC/A. Moitinho/A. F. Silva/M. Barros/C. Barata/H. Savietto
Info Astronomy - Dengan dirilisnya data kedua satelit Gaia milik Agensi Antariksa Eropa (ESA), para astronom telah memetakan 1,7 miliar bintang di galaksi Bimasakti. Hasil pengamatan ini telah mendefinisikan ulang cara kita melihat galaksi kita sendiri.

Berapa banyak bintang di luar sana, dan sejauh apa mereka dari kita? Kita mungkin tidak akan pernah tahu pasti, tetapi sekarang kita memiliki gambaran yang lebih jelas dan memiliki bukti definitif untuk bintang-bintang di lingkungan kosmis kita. Pada tanggal 25 April 2018, ESA menerbitkan katalog bintang paling luas dan presisi yang pernah dibuat.

Katalog tersebut tidak hanya dibuat sehari dua hari, tetapi berasal dari data yang dikumpulkan selama kurang lebih 22 bulan pengamatan oleh satelit Gaia. Rilis data kedua, yang disebut DR2, terdiri dari perhitungan paralaks yang presisi untuk lebih dari 1,3 miliar bintang di galaksi Bimasakti, serta posisi dan kecerahan dari hampir 1,7 miliar bintang secara total.

Data ini merupakan sebuah lompatan besar dibandingkan dengan rilis data pertama misi Gaia pada tahun 2016, yang mengatalogkan 2 juta bintang. Namun, walau katalog DR2 telah memuat 1,7 miliar bintang, nyatanya jumlah yang ekstrem ini tidak lebih dari 1% dari jumlah semua bintang di galaksi kita.

Menariknya, misi Gaia ini juga mampu mengukur kecepatan radial pada sekitar 7 juta bintang, yang bisa memberitahu kita apakah sebuah bintang sedang bergerak ke arah kita atau menjauh dari kita. Ini dapat digunakan untuk membangun peta gerak bintang di galaksi Bimasakti, yang pada akhirnya kita bisa mengetahui seperti apa struktur galaksi kita secara lengkap.

"Ini mungkin terlihat seperti jumlah yang kecil, tetapi rilis data Gaia merupakan survei kecepatan radial bintang-bintang terbesar yang pernah dilakukan di seluruh langit," kata Anthony Brown, dari Konsorsium Pengolahan dan Analisis Data Gaia, mengatakan selama konferensi pers seperti dikutip Sky & Telescope. "Ini adalah tambahan data baru yang fantastis."

Tidak ada keraguan tentang kemampuan teknis satelit Gaia tersebut. Bagaimana tidak, dalam satu menit, Gaia bisa meneliti segala sesuatu pada sekitar 100.000 bintang. Dibutuhkan sekitar dua bulan untuk Gaia bisa meneliti seluruh langit, dan bahkan penelitian tersebut dilakukan berulang-ulang untuk meningkatkan ketepatan data.

Selama orbitnya mengelilingi Matahari, Gaia mampu mengamati hampir seluruh penjuru langit. Data DR2 memiliki tingkat akurasi 0,00002 arcsecond, sebuah akurasi data yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berkat instrumen spektrometernya, DR2 Gaia juga mengandung data perkiraan suhu efektif, radius, dan luminositas dari 161 juta bintang, yang setengah juta di antaranya termasuk jenis bintang bintang variabel. Inipun menjadi salah satu katalog bintang variabel terbesar yang pernah ada.

Lebih dekat ke Bumi, Gaia mengamati sekitar 14.000 objek tata surya, yang sebagian besar dari mereka merupakan asteroid. Data ini jelas akan memungkinkan para astronom dalam perhitungan orbit objek-objek tata surya ini dengan lebih tepat.

Tak hanya itu, Gaia juga berhasil memetakan posisi dan kecerahan untuk lebih dari 500.000 quasar. Benda-benda ekstragalaksi ini sangat jauh sehingga paralaks mereka hampir nol, menjadikannya referensi berguna untuk sistem koordinat langit yang digunakan untuk menentukan posisi semua objek lain dalam katalog Gaia.

Gaia sendiri dilengkapi dengan kamera beresolusi 1 miliar piksel yang luar biasa. Kamera ini sangat presisi sehingga dapat digunakan untuk mengamati koin di permukaan Bulan dari Bumi, dan sangat sensitif sehingga dapat mendeteksi objek yang 500.000 kali lebih redup dari batas yang mata manusia bisa amati.

Data ketiga dari satelit Gaia rencananya akan dirilis pada akhir 2020, dan kemudian data yang terakhir pada 2022. Tujuan akhir misi ini adalah bisa memetakan hingga 2 miliar bintang. Para astronom ESA juga berharap bisa melakukan pengukuran kecepatan radial untuk lebih dari 150 juta bintang di galaksi Bimasakti.
BERIKAN KOMENTAR ()