Planet-planet di Sistem TRAPPIST-1 Memiliki Terlalu Banyak Air

Ilustrasi sistem planet TRAPPIST-1. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Air adalah elemen penting bagi kehidupan untuk bisa berkembang. Tapi, terlalu banyak air justru tidak bisa mendukung keberadaan kehidupan. Itulah yang terjadi pada planet-planet di sistem bintang TRAPPIST-1.

Diumumkan penemuannya tahun lalu, sistem TRAPPIST-1 diketahui memiliki tujuh planet yang mengorbitnya. Dalam penelitian awal, para ilmuwan menemukan bahwa lima dari tujuh planet ini berpotensi memiliki suhu yang memungkinkan air dalam bentuk cair untuk eksis pada permukaannya, dengan tiga dari tujuh planet juga terletak di zona laik huni bintang.

Penemuan ini pun sangat menarik minat para ilmuwan dunia untuk menelitinya, karena di mana ada air, mungkin ada kehidupan. Seperti di planet Bumi kita, kehidupan tumbuh subur karena adanya air. Hal inilah yang menjadi dasar dalam pencarian kehidupan asing luar Bumi.

Namun, seperti informasi yang dihimpun dari Popular Science, penelitian lebih lanjut terhadap planet-planet TRAPPIST-1 yang diterbitkan minggu ini di jurnal Nature Astronomy mengatakan bahwa planet-planet ini memiliki terlalu banyak air untuk berpotensi dihuni kehidupan asing.

Bahkan jika beberapa organisme berhasil berkembang biak di sana, penelitian menunjukkan, air dalam jumlah besar mungkin membuat kita tidak dapat mendeteksi mereka.

Tapi, bagaimana mungkin ada planet asing selain Bumi yang terlalu banyak memiliki air untuk kehidupan? Mari lihat.

Dipimpin oleh Cayman Unterborn dari Arizona State University, para ilmuwan ini melakukan penelitian terhadap kerapatan massa tujuh planet dalam sistem TRAPPIST-1, yang berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi, untuk mengetahui berapa banyak air yang mereka miliki.

Teknologi kita telah mampu mengetahui karakteristik planet dengan melihat mereka lewat di depan, atau transit, bintang induknya. Diketahui, setiap planet di sistem ini besarnya seukuran Bumi, tetapi mengorbit lebih dekat daripada jarak Merkurius terhadap Matahari kita sendiri.

Para peneliti menemukan bahwa dua planet terluar, TRAPPIST-1f dan g, kemungkinan terdiri dari lebih dari 50 persen air; sebagai perbandingan, massa Bumi hanya 0,1 persen air. Planet-planet terdalam, TRAPPIST-b dan c, cenderung lebih kering tetapi masih mencapai 15 persen air.

"Kami menemukan bahwa, dibandingkan dengan planet-planet di tata surya kita, planet TRAPPIST-1b dan c mengandung samudra air dalam bentuk cair yang ratusan kali lebih banyak," tulis tim tersebut dalam makalah penelitian mereka.

Sementara semua air ini mungkin terdengar cukup baik untuk kehidupan, tetapi ada beberapa masalah. Menurut Space.com, beberapa teori menunjukkan bahwa sebuah planet yang seluruhnya terbungkus air, tanpa ada daratan, mungkin sulit untuk bisa mengembangkan kehidupan.

Perbandingan orbit. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Ada juga beberapa tanda tanya atas struktur planet itu sendiri. TRAPPIST-1f, misalnya, ia kemungkinan memiliki samudra air dalam bentuk cair yang kedalamannya mencapai 200 kilometer, atau 20 kali kedalaman Palung Mariana di Bumi.

Di bawah samudra air pada TRAPPIST-1f kemungkinan merupakan lapisan es, kemudian di bawah lapisan es ada lapisan magnesium silikat, dan pada akhirnya inti besi cair. Komposisi ini tidak akan bagus untuk mengatur suhu planet melalui proses geologis.

"Planet berbatu dengan fraksi massa air yang lebih besar daripada Bumi mungkin proses geokimia dan geofisikanya tidak berperilaku mirip dengan Bumi," tulis tim tersebut, dikutip dari IFLScience.

Mereka menambahkan bahwa meskipun terlihat laik huni, mungkin sulit untuk benar-benar mendeteksi kehidupan apapun dalam sistem planet tersebut, dan ini mungkin berlaku juga bagi planet-planet yang mengorbit bintang katai merah lainnya.

Dengan pemahaman kita saat ini tentang bagaimana kehidupan berkembang, sulit untuk membayangkan skenario untuk evolusi kehidupan pada planet yang super berair. Tetapi itu bukan berarti planet-planet ini merupakan planet mati.

Fakta bahwa planet-planet ini memiliki banyak air (atau banyak, banyak, banyak air) pasti telah melalui proses evolusi planet yang rumit. Fokus dari makalah ini bukanlah mencari kehidupan, tetapi meneliti bagaimana planet-planet ini bisa memiliki kandungan air yang tinggi sementara posisinya terlalu dekat dengan bintang induknya.

Studi terbaru ini pun menyarankan agar kita jangan terlalu bersemangat dulu tentang sistem TRAPPIST-1. Penelitian lebih lanjut akan terus dilakukan.
BERIKAN KOMENTAR ()