Ketika Bintang Raksasa Mendonorkan Kehidupan ke Bintang Mati

Ilustrasi. Kredit: ESA
Info Astronomy - Baru-baru ini, para astronom menemukan sesuatu yang unik di alam semesta: bintang raksasa merah telah mendonorkan sebagian massanya kepada bintang tetangganya yang sudah mati. Hasilnya, bintang tetangga itu hidup kembali.

Tunggu, bagaimana para astronom tahu kalau bintang mati tersebut hidup kembali? Sangat sederhana, para astronom berhasil mendeteksi adanya suar sinar-X dari bintang mati tersebut (bintang mati seharusnya sudah tidak memancarkan sianr-X) yang dideteksi oleh observatorium antariksa INTEGRAL (INTErnational Gamma-Ray Astrophysics Laboratory) milik Agensi Antariksa Eropa (ESA).

Universe Today menjelaskan, kedua bintang ini kemungkinan merupakan bintang biner (dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain) selama miliaran tahun. Namun, bintang biner yang terlihat oleh INTEGRAL pada 13 Agustus 2017 ini sangat tidak biasa.

Bintang yang mendonorkan kehidupannya adalah jenis bintang raksasa merah, sementara penerima donornya adalah bintang neutron. Sejauh ini, para astronom hanya mengenal keberadaan 10 bintang biner seperti ini, yang disebut sebagai "biner simbiotik sinar-X".

Untuk memahami apa yang terjadi di antara dua bintang ini, kita harus melihat evolusi bintang yang menakjubkan.

Bintang pendonor kini diketahui berada dalam fase raksasa merahnya, fase di mana sebuah bintang mengembang jauh lebih besar daripada fase sebelumnya, bahkan pengembangan bintang ini bisa mencapai jutaan kilometer lebarnya.

Dilansir Phys.org, saat pengembangan bintang ini terjadi, ia secara aktif melepaskan material penyusunnya melalui lapisan terluarnya dalam peristiwa yang dikenal sebagai angin bintang, yang mana "angin" ini bisa bergerak dalam kecepatan ratusan kilometer per detik.

Evolusi bintang. Kredit: ESA
Sementara itu, bintang tetangganya berada dalam fase yang berbeda dengannya. Tetangganya ini adalah bintang yang memiliki massa awal sekitar 25 sampai 30 kali Matahari. Ketika bintang tetangga ini mendekati akhir hidupnya, ia mengalami nasib yang berbeda, seperti dikutip dari Inverse.

Bintang tetangga ini membesar dengan cepat, menjadi bintang super raksasa biru, membuatnya melakukan fusi hidrogen di intinya dengan cepat pula. Kemudian, ketika hidrogennya habis dan ia tak mampu lagi menahan gravitaisnya sendiri, jenis bintang seperti bintang tetangga ini meledak sebagai supernova.

Setelah supernova berakhir, bintang jenis ini akan meninggalkan "mayat bintang", bisa berupa lubang hitam maupun bintang neutron, sesuai seberapa besar massanya. Dalam sistem biner yang ditangkap oleh INTEGRAL, mayat bintang yang terseisa adalah bintang neutron.

Apa itu bintang neutron? Bintang neutron merupakan salah satu dari beberapa benda terpadat di alam semesta. Bayangkan saja, ia bisa memiliki massa sebesar hampir satu setengah dari massa Matahari, namun ia hanya memiliki diameter sekitar 10 kilometer saja.

Nah, dalam pengamatan INTEGRAL, ketika sang bintang raksasa merah melepaskan angin bintangnya, material yang terbawa pada angin bintang tersebut bertemu bintang neutron yang ada di dekatnya. Bintang neutron tersebut pun memperlambat laju rotasinya, kembali hidup seperti bintang pada umumnya, memancarkan sinar-X berenergi tinggi.

"INTEGRAL berhasil menangkap momen unik dalam kelahiran sistem biner yang langka," kata Enrico Bozzo dari Universitas Jenewa, pemimpin studi ini, dilansir jurnal penelitiannya. "Raksasa merah tersebut mengeluarkan angin bintang yang cukup padat untuk bisa 'memberi makan' tetangga bintang neutronnya, sehingga menimbulkan emisi berenergi tinggi dari inti bintang yang mati ini untuk pertama kalinya."

Setelah INTEGRAL melihat ledakan sinar-X dari sistem biner ini, pengamatan lain pun segera dilakukan. Salah satunya menggunakan wahana antariksa XMM Newton milik ESA dan teleskop antariksa NuSTAR milik NASA. Pengamatan lanjutan ini mengkonfirmasi pengamatan awal: ini memang merupakan sepasang bintang yang sangat aneh.

Menurut Space Answers, bintang neutron di sistem biner ini diketahui berputar sangat lambat, ia membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk satu putaran. Ini termasuk lambat karena pada umumnya bintang neutron bisa berputar ratusan kali per detik. Medan magnet bintang neutron ini juga jauh lebih kuat dari yang diperkirakan.

"Benda-benda ini membingungkan," kata Enrico. Pertanyaan selanjutnya adalah, berapa lama proses pendonoran kehidupan ini akan berlangsung? Apakah itu hanya sekejap, atau akan menjadi awal dari hubungan jangka panjang?

"Kami belum pernah melihat objek ini sebelumnya dalam 15 tahun pengamatan kami dengan INTEGRAL, jadi kami yakin kita baru saja melihat sinar-X yang kembali menyala untuk pertama kalinya," kata Erik Kuulkers, ilmuwan proyek INTEGRAL ESA. "Kami akan terus melihat bagaimana bintang biner ini berperilaku, tapi sejauh ini kami belum melihat adanya perubahan signifikan."
BERIKAN KOMENTAR ()