Akan Jatuh Pekan Ini, Beginilah Citra Terkini Tiangong-1

Citra radar terkini Tiangong-1. Kredit: Fraunhofer FHR
Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan asal Jerman telah mengambil citra radar terbaru dari stasiun antariksa Tiangong-1 milik Tiongkok yang siap terjun bebas masuk ke atmosfer Bumi dalam beberapa hari mendatang.

Adalah ilmuwan dari Fraunhofer Institute for High Frequency Physics and Radar Technology (Fraunhofer FHR) di Wachtberg, Jerman, yang menggunakan sistem Tracking and Imaging Radar (TIRA) untuk melacak Tiangong-1.

Salah satu citra radarnya bisa Anda lihat di atas artikel ini, yang menunjukkan bahwa Tiangong-1, yang kini di luar kendali, tampak sudah begitu dekat. Tiangong-1 memiliki panjang 10,4 meter dan diameter 3,4 meter, bobotnya (saat peluncuran) adalah sekitar 8.500 kilogram. Citra radar menunjukkan bahwa stasiun itu masih utuh.

"Menyusul hilangnya kontak radio dengan Tiangong-1 pada tahun 2016 dan karena ketinggian orbital yang semakin rendah, sekarang ini sudah tak terhindarkan lagi bahwa stasiun luar angkasa Tiongkok ini akan kembali memasuki atmosfer Bumi," tim ilmuwan tersebut mencatat dalam sebuah pernyataan.

"Dengan pengalaman dalam menentukan data orbital objek langit, FHR dapat menghitung dan memprediksikan secara presisi kapan waktu dan di mana posisi Tiangong-1 saat masuk kembali ke atmosfer Bumi," tambah catatan tersebut.

Saat ini, perkiraan terbaik menunjukkan bahwa Tiangong-1 akan masuk kembali ke atmosfer Bumi di antara tanggal 1 atau 2 April 2018. Saat artikel ini ditulis, Tiangong-1 sedang berada pada ketinggian sekitar 200 kilometer di atas permukaan Bumi, tetapi ketinggiannya menurun sekitar 4 kilometer per hari. Ia dianggap jatuh kembali ke Bumi saat ketinggiannya sudah 120 kilometer.

Meskipun Tiangong-1 sebenarnya bukan objek buatan manusia terbesar yang jatuh ke Bumi, namun diperkirakan ia masih cukup besar saat nanti mencapai permukaan. Ia diprediksi akan jatuh pada wilayah antara 43° LU hingga 43° LS, yang mana wilayah tersebut mencakup AS, sebagian besar Amerika Selatan, Afrika, Tiongkok itu sendiri, India, dan Australia.

Namun, dilansir Space.com, ketika Tiangong-1 memasuki atmosfer Bumi, ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di atas lautan, lalu melintasi Brasil, Afrika Selatan, hingga Indonesia.

Area hijau adalah area jatuh Tiangong-1. Kredit: Aerospace
Jika nantinya Tiangong-1 jatuh di dekat area perumahan Anda, disarankan Anda dan orang-orang sekitar tidak mendekatinya karena sisa-sisa Tiangong-1 bisa mengandung material atau radiasi berbahaya.

Walaupun kemungkinan Tiangong-1 jatuh di daerah berpenghuni sangat tipis, kita masih tetap harus waspada akan jatuhnya stasiun antariksa ini sebab nantinya akan masih tersisa dengan ukuran yang besar.

Menurut LAPAN, bagian yang kemungkinan besar tersisa adalah tangki bahan bakar sehingga sangat berbahaya jika disentuh langsung. Tangki bahan bakar tersebut kemungkinan masih mengandung hidrazin yang merupakan bahan beracun dan bersifat korosif.

Ikuti informasi terkini mengenai Tiangong-1 melalui Twitter kami @infoastronomy.
BERIKAN KOMENTAR ()