Ketika Sirius Menyembunyikan Gugus Bintang dari Pengamat di Bumi

Ilustrasi sistem Sirius. Sirius A (kiri) dan B (kanan). Kredit: NASA, ESA and G. Bacon (STScI)
Info Astronomy - Jika Anda sering mengamati langit malam selama beberapa pekan terakhir, ada kemungkinan Anda bisa menemukan bintang yang sangat terang di dekat rasi bintang Orion. Ia adalah Sirius, bintang paling terang di langit malam malam, yang terlihat dari hampir di seluruh Bumi.

Sebenarnya, bintang Sirius ini adalah sistem bintang biner, yakni dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Ia merupakan sistem bintang biner yang berjarak paling dekat dengan Matahari kita, yakni sekitar 8,6 tahun cahaya.

Namun, siapa sangka. Sirius selama ini telah menyembunyikan sebuah gugus bintang dari pandangan kita di Bumi. Hal itu terungkap oleh pengamatan yang dilakukan dengan wahana antariksa Gaia milik Agensi Antariksa Eropa yang telah diluncurkan ke orbit Bumi pada Desember 2013.

Gaia berhasil mengungkap keberadaan sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Saat melihat Sirius, Gaia menemukan sebuah gugus bintang yang sebelumnya telah meredup akibat cahaya terang Sirius. Gugus bintang ini sekarang dikenal sebagai Gaia 1.

Ya, bintang yang sangat terang seperti Sirius merupakan hal yang bagus, tapi di sisi lain juga buruk bagi para astronom. Cahaya terangnya bisa memberi banyak informasi untuk mempelajari sifat-sifatnya, tapi saking terangnya juga bisa meredupkan benda-benda langit lain yang kebetulan berada di petak langit yang sama dengannya.

Bintang Sirius yang diblok cahayanya untuk menampilkan Gaia 1. Kredit: H. Kaiser/ESA
Bila Anda perhatikan gambar di atas, bintang Sirius telah diblok cahayanya. Gambar yang diambil oleh astronom amatir Harald Kaiser pada tanggal 10 Januari dari Karlsruhe, Jerman inilah yang mengungkapkan adanya gugus bintang Gaia 1 di belakang Sirius.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada bulan Februari tahun lalu oleh sekelompok astronom dari Universitas Canegie Melon, gugus bintang Gaia 1 adalah kelompok bintang yang sangat masif. Massa gugus bintang ini diperkirakan mencapai 22.000 kali massa Matahari dan berdiameter sekitar 29 tahun cahaya (9 parsec).

Gugus bintang ini diketahui terletak pada jarak kurang lebih 15.000 tahun cahaya (4,6 kiloparsec) dari Bumi. Selain ukurannya yang besar dan fakta bahwa ia rupanya berjarak tidak terlalu jauh, ini menjadikannya target pengamatan yang tepat untuk penelitian di masa yang akan datang.

Gaia 1 sendiri barulah satu dari dua gugus bintang yang sebelumnya tidak dikenal namun kini telah ditemukan dengan menghitung bintang dari data Gaia yang pertama, yang dirilis pada bulan September 2016. Para astronom sekarang menantikan rilis data kedua Gaia, yang direncanakan pada tanggal 25 April 2018, yang akan memberikan kemungkinan besar untuk penemuan baru yang menarik.


Referensi: ESA
BERIKAN KOMENTAR ()