Galaksi Andromeda Berusia Lebih Muda dari Tata Surya

Galaksi Andromeda. Kredit: Aleix Roig
Info Astronomy - Setelah diketahui fakta bahwa galaksi Andromeda ternyata berukuran sama besarnya dengan galaksi Bimasakti, sebuah studi baru kini mengungkap bahwa galaksi Andromeda rupanya berusia lebih muda dari tata surya kita. Bagaimana para astronom tahu akan hal ini?

Pada tahun 964 M, astronom Persia, Abd al-Rahman al-Sufi menggambarkan untuk pertama kalinya bagaimana wujud galaksi Andromeda (kala itu masih dianggap sebagai nebula besar) dari hasil pengamatannya.

Baru pada tahun 1923, Andromeda diketahui sebagai galaksi, yang sering dianggap sebagai saudara kembar galaksi Bimasakti kita. Ya, Andromeda memang merupakan galaksi tetangga terdekat kita. Berjarak "hanya" 2,5 juta tahun cahaya, hal ini memungkinkan para astronom terdahulu hingga astronom di era modern untuk meneliti sifat-sifatnya yang misterius.

Sebuah kampanye pengamatan yang dilakukan antara tahun 2006 hingga tahun 2014 oleh astronom Amerika Serikat telah menggarisbawahi perbedaan yang cukup besar antara Andromeda dengan Bimasakti.

Perbedaan yang cukup besar itu adalah, pada cakram galaksi Andromeda, semua bintangnya masih merupakan bintang biru muda yang berusia kurang dari 2 miliar tahun. Bintang-bintang tersebut juga bergerak secara acak. Sebagai perbandingan, bintang-bintang dari cakram Bimasakti, termasuk Matahari, hanya tunduk pada putaran rotasi sederhana.

Dalam rangka mencari tahu apa penyebabnya, sekelompok astronom dari Prancis dan Tiongkok melakukan penelitian. Mereka mengolah data sebanyak 1 terabita dalam sebuah pemodelan numerik yang dilakukan dengan dua superkomputer, yakni milik Observatorium Paris (MesoPSL) dan GENCI (IDRIS-CNRS).

Perbandingan Andromeda kini (kiri) dan hasil simulasi (kanan). Kredit: Richard Crisp/PSL/Hammer dkk.
Pemodelan dari dua superkomputer tersebut pun berhasil mencirikan mekanisme fisik pembentukan galaksi Andromeda, yakni menunjukkan bahwa gerakan bintang acak di cakram Andromeda saat ini disebabkan karena adanya tabrakan yang "baru saja" terjadi, yang diikuti oleh pembentukan bintang dalam skala besar di cakram Andromeda.

Diperkirakan, 7 sampai 10 miliar tahun yang lalu, alih-alih telah menjadi satu galaksi besar, Andromeda pada awalnya merupakan dua galaksi terpisah yang berada dalam jalur tabrakan satu sama lain. Pada 1,8 hingga 3 miliar tahun yang lalu, tabrakan dua galaksi tersebut terjadi, melahirkan galaksi baru yang kini kita kenal sebagai Andromeda.

Tak hanya simulasi bagaimana Andromeda terbentuk, tim astronom yang dipimpin oleh Fran├žois Hammer, astronom Observatorium Paris, juga berhasil mengetahui massa kedua galaksi "nenek moyang" Andromeda, yang menunjukkan bahwa salah satu dari dua galaksi tersebut kira-kira bermassa empat kali lebih besar dari yang lebih kecil.

Berkat perhitungan numerik yang intensif, Hammer dan timnya berhasil untuk pertama kalinya mereproduksi secara rinci bagaimana proses terbentuknya galaksi Andromeda, beserta pembentukan fitur-fitur galaksinya mulai dari tonjolan, palang pusat, dan cakram raksasanya.

Dengan hasil studi yang diketahui bahwa galaksi Andromeda baru terbentuk sejak 3 miliar tahun yang lalu, itu artinya galaksi tetangga Bimasakti ini berusia lebih muda dari tata surya kita beserta isinya, yang diketahui telah terbentuk sejak 4,6 miliar tahun yang lalu.

Makalah studi ini bisa dibaca di Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society.
BERIKAN KOMENTAR ()