Mengetahui Sejarah Galaksi dari Gerakan Orbit Bintangnya

Galaksi Andromeda. Kredit: ESA/Hubble, NASA
Info Astronomy - Dengan memodelkan gerak bintang pada ratusan galaksi di alam semesta, para astronom kini dapat lebih memahami bagaimana galaksi-galaksi tersebut berevolusi sejak terbentuk miliaran tahun yang lalu. Bagaimana korelasinya?

Seperti dilaporkan di Nature Astronomy, tim astronom internasional telah melihat 300 galaksi terdekat menggunakan data dari survei CALIFA (Calar Alto Legacy Integral Field Area), sebuah proyek yang menggunakan teleskop Calar Alto di Spanyol.

Dari survei tersebut, para astronom ini dapat melihat apakah bintang-bintang bergerak dalam orbit yang teratur atau dengan orbit yang kacau. Dengan mengamati orbit bintang tersebut, para astronom bisa "membaca" sejarah galaksinya.

Semua bintang di setiap galaksi bergerak dengan berbagai cara yang berbeda, namun dengan membandingkan berapa banyak bintang yang mengalami gerak-gerak yang berbeda tadi, para astronom dapat merekonstruksi jenis galaksi apa atau bagaimana galaksi tersebut terbentuk di masa lalu.

Peristiwa penggabungan galaksi, misalnya, akan menyebabkan pergerakan bintang yang tidak teratur pada sebuah galaksi. Sementara orbit bintang-bintang yang melingkar sempurna menunjukkan sejarah galaksi yang lebih tenang.

"Gerak setiap bintang tunggal tidak dapat diamati secara langsung pada galaksi-galaksi selain Bimasakti," kata penulis utama studi ini, Ling Zhu, dari Max Planck Institute for Astronomy. "Namun, survei CALIFA menggunakan teknik yang baru, spektroskopi integral, yang dapat mengamati galaksi luar Bimasakti sedemikian rupa sehingga memberikan data gerak bintang secara keseluruhan. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan peta kinematis setiap galaksi."

Saat bintang bergerak, cahaya tampak mereka bisa bergeser biru atau bergeser merah tergantung apakah mereka mendekat ke arah kita atau menjauh dari kita. Pergeseran ini, yang disebut efek Doppler, dapat diukur dan survei CALIFA mampu melakukannya di beberapa wilayah pada setiap galaksi. Ini adalah dasar untuk peta kinematis yang telah dihasilkan tim Zhu.

Zhu dan rekan-rekannya mampu menunjukkan hubungan yang jelas antara massa dan jenis orbit. Mereka menemukan bahwa galaksi yang memiliki sekitar 10 miliar kali massa Matahari cenderung didominasi oleh orbit yang lebih teratur.

Sementara galaksi yang jauh lebih besar cenderung memiliki orbit yang lebih kacau. Dari hal ini, para astronom bisa mengetahui bahwa galaksi yang lebih besar telah melalui proses penggabungan dengan galaksi lainnya sehingga mereka memiliki orbit bintang yang lebih kacau.

Cara baru mengetahui sejarah galaksi ini rencananya akan digunakan kembali untuk mengamati galaksi-galaksi lainnya. Cara baru ini pun akan digunakan untuk mengetes simulasi kosmologi galaksi yang telah ada.


Sumber: Nature Astronomy, CSIS.
BERIKAN KOMENTAR ()