Crux, Rasi Bintang Terkecil di Langit Bumi

Rasi bintang Crux. Kredit: Christopher J Picking
Info Astronomy - Bila sebelumnya kami telah membahas Hydra, rasi bintang terbesar di langit Bumi. Kali ini, mari kita mengenal Crux, yang merupakan rasi bintang terkecil dari total 88 rasi bintang resmi di langit.

Terlepas dari ukurannya yang kecil, Crux merupakan salah satu rasi bintang paling terkenal di belahan Bumi bagian selatan. Hal ini disebabkan karena ia sangat mudah dikenali. Crux memiliki bentuk salib (dijuluki Salib Selatan) yang dibentuk oleh lima bintang paling terangnya.

Di langit Australia dan Selandia Baru, rasi bintang ini dapat dilihat sepanjang tahun. Sementara untuk wilayah yang berada di +20° lintang utara, rasi bintang ini tak bisa diamati karena berada di bawah cakrawala selatan. (FYI, ini membuktikan bahwa Bumi bulat!)

Nama "Crux" berasal dari bahasa Latin yang berarti "salib". Orang Yunani kuno menganggap Crux sebagai bagian dari rasi bintang Kentaurus. Baru pada tahun 1679, astronom Prancis Augustin Royer secara resmi memisahkan Crux dari Kentaurus.

Fakta Menarik dan Lokasinya

Crux adalah yang terkecil dari total 88 rasi bintang. Rasi bintang ini hanya menempati area seluas 68 derajat persegi. Crux sendiri terletak di kuadran ketiga belahan Bumi selatan (SQ3) dan dapat dilihat pada garis lintang antara +20° hingga -90°. Rasi-rasi bintang tetangganya adalah Kentaurus dan Musca.

Crux termasuk dalam famili rasi bintang Herkules bersama dengan Akuila, Ara, Kentaurus, Korona Australis, Corvus, Crater, Cygnus, Herkules, Hydra, Lupus, Lyra, Ofiukus, Sagitarius, Scutum, Sekstan, Serpens, Triangulum Australe, dan Vulpekula.

Yang menarik adalag, Crux memiliki satu bintang yang diorbiti oleh planet, rasi bintang kecil ini juga tidak memiliki objek Messier. Bintang paling terang di rasi bintang Crux adalah Acrux, atau Alpha Crucis, dengan magnitudo 0,77. Acrux juga merupakan bintang paling terang ke-12 di langit.

Peta lokasi rasi bintang Crux. Kredit: IAU/Skyandtelescope.com

Bintang-bintang Terang

Crux memiliki setidaknya lima bintang terang, di antaranya:

Acrux (Alpha Crucis)
Seperti yang telah disinggung di atas, Acrux adalah bintang paling terang di rasi bintang Crux dan bintang paling terang ke-12 di langit malam. Dari Bumi, bintang Acrux berjarak sekitar 320 tahun cahaya. Ia berada pada deklinasi -63°, dan merupakan satu-satunya bintang dengan magnitudo hampir 1 di langit belahan selatan.

Bintang ini juga bukan bintang tunggal, melainkan sebuah sistem bintang ganda yang terdiri dari dua bintang yang saling mengorbit, yakni Alpha-1 Crucis, bintang jenis subraksasa (bintang yang berevolusi dari deret utama ke bintang raksasa) kelas B, dan Alpha-2 Crucis, bintang kerdil merah kelas B. Keduanya terpisah sejauh empat detik busur. Kedua bintang tersebut juga sangat panas, serta luminositas masing-masingnya adalah 25.000 dan 16.000 kali Matahari.

Acrux. Kredit: Rod Rodger
Acrux memiliki makna budaya di belahan Bumi bagian selatan. Bintang ini bahkan bisa ditemukan di bendera beberapa negara seperti Australia, Papua Nugini, dan Selandia Baru, bersama dengan empat bintang lainnya di Salib Selatan. Acrux juga salah satu dari 27 bintang yang mewakili negara bagian yang berbeda pada bendera Brasil. Alpha Crucis mewakili Negara Bagian Sao Paulo.

Mimosa (Becrux atau Beta Crucis)
Bitang paling terang kedua di Salib Selatan adalah Mimosa, alias Becrux, alias Beta Crucis. Bintang dengan magnitudo 1,30 ini juga merupakan bintang paling terang keduapuluh di langit malam. Mimosa berjarak sekitar 350 tahun cahaya dari tata surya kita.

Bintang yang satu ini diklasifikasikan sebagai bintang variabel Beta Cephei, serta hanya bisa dilihat dari lokasi bagian selatan pada Tropic of Cancer (23° 26'16" N). Diperkirakan, Mimosa telah berusia sekitar 10 juta tahun.

Mimosa juga merupakan jenis bintang biner spektroskopi yang terdiri dari dua bintang, yang masing-masing bintangnya terpisah sejuah 8 AU dan saling mengorbit satu sama lain setiap lima tahun. Dalam budaya manusia, bintang ini mewakili negara bagian Rio de Janeiro pada bendera Brasil.

Gacrux (Gamma Crucis)
Gamma Crucis, atau Gacrux merupakan jenis bintang raksasa merah dengan kelas spektral M4III. Ia memiliki magnitudo 1,59 dan berjarak sekitar 88 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Gamma Crucis adalah bintang terang ketiga di Crux dan bintang paling terang ke-26 di langit malam. Sama seperti Acrux dan Becrux, bintang ini adalah bintang biner, dengan komponen utamanya merupakan bintang kelas spektral M4III dan pendampingnya adalah bintang kelas A3.

Delta Crucis
Bintang paling terang keempat di Salib Selatan adalah Delta Crucis, sebuah bintang jenis subraksasa dengan kelas spektral B2IV. Bintang ini memiliki magnitudo 2,7 dan berjarak sekitar 360 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Delta Crucis mirip dengan Mimosa, yakni diklasifikasikan sebagai bintang variabel tipe Beta Cephei.

Zeta Crucis
Yang paling terang kelima di rasi bintang Crux siapa lagi kalo buka Zeta Crucis, adalah bintang ganda lainnya di Salib Selatan. Ia terdiri dari dua bintang kerdil yang saling mengorbit. Komponen bintang utamanya termasuk dalam bintang kelas spektral B2.5 V, sementara bintang pendampingnya sangat redup (magnitudo 12,49). Zeta Crucis berjarak sekitar 360 tahun cahaya.

Objek Langit Jauh

Sama seperti rasi bintang pada umumnya, rasi bintang Crux juga memiliki objek langit jauh (atau deep sky object). Salah satu objek langit jauhnya berupa nebula, yang dikenal sebagai Nebula Coalsack (Caldwell 99).

Nebula Coalsack adalah nebula gelap yang terkenal. Di langit yang cerah dan bebas polusi cahaya, nebula ini bahkan mudah dilihat dengan mata telanjang sebagai area gelap besar di wilayah selatan bentangan galaksi Bimasakti.

Nebula ini membentang hampir 7,5 derajat di langit, bahkan hingga menyeberang ke rasi bintang tetangga, Lentaurus dan Musca. Radius nebula ini diperkirakan antara 30 hingga 35 tahun cahaya, serta berjarak sekitar 600 tahun cahaya dari Bumi.

Nebula Coalsack yang gelap. Kredit: ESO
Karena ukuran kenampakannya di langit Bumi yang cukup besar, Nebula Coalsack cukup dikenal sejak masa pra-sejarah di belahan Bumi bagian selatan. Tercatat, nebula ini pernah diamati oleh navigator Spanyol, Vicente Yáñez Pinzón pada 1499. Sementara bagi suku Aborigin di Australia, nebula ini mewakili kepala Emu, burung dalam beberapa mitologi lokal.

Selain nebula, di Salib Selatan juga ada gugus bintang terbuka yang bernama Kappa Crucis Cluster, yang juga dikenal sebagai Kotak Permata. Gugus bintang ini merupakan salah satu gugus bintang termuda yang pernah ditemukan, dengan perkiraan usia baru sekitar 14 juta tahun.

Gugus bintang ini memiliki magnitudo 4,2 dan berisi sekitar seratus bintang. Berjarak sekitar 6.440 tahun cahaya jauhnya dari tata surya, gugus bintang ini hanya bisa diamati dari belahan Bumi bagian selatan. Ia ditemukan oleh astronom Prancis Nicolas Louis de Lacaille dalam perjalanannya ke Afrika Selatan pada tahun 1751-52.

Gugus bintang Kotak Permata. Kredit: ESO
Pada abad ke-19, astronom Inggris Sir John Herschel sempat menggambarkan gugus bintang terbuka tersebut sebagai "kotak dari berbagai batu mulia berwarna-warni". Julukan tersebut muncul ketika Sir Herschel mengamatinya melalui teleskop, sehingga kini masih dijuluki sebagai Kotak Permata.

Bila diamati dengan mata telanjang, gugus bintang ini tampak seperti bintang yang berada di dekat Beta Crucis.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Crux dan benda-benda langit yang berada di dalamnya. Semoga bisa menambah wawasan Anda.
BERIKAN KOMENTAR ()