Berapa Banyak Bintang Terbentuk dan Mati Dalam Sehari?

Gugusan bintang di alam semesta. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Ada begitu banyak bintang yang kita amati setiap malam. Bintang-bintang tersebut tidaklah abadi. Ada yang baru terbentuk, ada pula yang siap untuk padam. Lalu, seberapa banyak bintang yang terbentuk dan mati dalam sehari?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui jumlah bintang yang lahir setiap tahunnya atau, lebih tepatnya, jumlah material (gas dan debu) yang runtuh lalu berevolusi menjadi bintang per tahunnya. Para astronom biasa menyebutnya sebagai tingkat pembentukan bintang.

Di galaksi Bimasakti kita, tingkat pembentukan bintangnya adalah 3 massa Matahari per tahun. Dengan kata lain, galaksi kita mampu memproduksi bintang dengan massa yang setara dengan 3 kali massa Matahari setiap satu tahunnya.

Bintang-bintang yang terbentuk bisa jadi lebih atau kurang masif daripada Matahari, meski bintang-bintang masif sedikit lebih banyak. Jadi kira-kira, jika kita berasumsi bahwa rata-rata bintang yang terbentuk di galaksi kita memiliki massa yang sama dengan Matahari, maka Bimasakti menghasilkan sekitar 3 bintang baru per tahun.

Selanjutnya, kita harus mencari tahu ada seberapa banyak galaksi di alam semesta. Menurut perhitungan terakhir, diperkirakan ada sekitar 2 triliun galaksi di seluruh alam semesta yang dapat diamati.

Bila 2 triliun galaksi ini memiliki tingkat pembentukan bintang yang sama dengan galaksi Bimasakti, maka tiap tahunnya ada sekitar 6 triliun bintang yang terbentuk. Dengan kata lain, ada sekitar 16,4 miliar bintang terbentuk dalam sehari.

Lalu, bagaimana dengan banyaknya bintang mati dalam sehari? Di galaksi yang khas seperti Bimasakti, bintang-bintang masif mengakhiri hidupnya sebagai ledakan supernova setiap 100 tahun sekali. Dengan perhitungan yang sama seperti di atas dan mengasumsikan tingkat kematian bintang di galaksi lain sama dengan di galaksi kita, Anda bisa mencari tahu sendiri seberapa banyak bintang yang mati dalam sehari.

Tapi mayoritas bintang tidak meledak. Kebanyakan bintang, seperti jenis kerdil merah, yang berukuran lebih kecil dari Matahari, bisa membakar bahan bakar nuklirnya selama triliunan tahun, dan bahkan bisa dua lipat lebih panjang dari pada usia alam semesta.

Lain lagi, vintang seperti Matahari bisa menjadi raksasa merah sebelum menyusut menjadi kerdil putih yang bisa bertahan selama beberapa miliaran tahun. Kedua jenis bintang itu tidak mati, mereka hanya meredup. Menariknya, bintang-bintang jenis ini mendominasi populasi bintang di alam semesta.

Nah, itulah sedikit informasi tentang bintang. Bersinarlah terang layaknya bintang!


Sumber: Cornell University, University of Calgary.
BERIKAN KOMENTAR ()