Sampai Jumpa, Bimasakti!

Bentangan galaksi Bimasakti di Bali, Indonesia. Kredit: Sandi Astina Putra
Info Astronomy - Mengapa kami mengucapkan "Sampai jumpa"? Sebab, mulai November ini, kita sudah tidak bisa lagi melihat bentangan Bimasakti sampai Maret tahun depan. Kira-kira, apa ya penyebabnya?

Tidak lain dan tidak bukan, penyebabnya adalah karena bentangan Bimasakti hanya akan terlihat di siang hari mulai November hingga Februari. Dengan kata lain, Matahari berada persis di depan bentangan galaksi Bimasakti dalam pandangan dari Bumi.

Hal ini jelas membuat kita tidak bisa melihatnya di langit malam karena sudah terbenam bersamaan dengan terbenamnya Matahari. Ditambah lagi, November-Februari adalah musim penghujan.

Jadi, tidak setiap malam kita bisa melihat atau memotret bentangan galaksi Bimasakti, sebab ada masanya, karena Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, letak bentangan Bimasakti (khususnya bagian jantug Bimasakti yang paling terang) berpindah-pindah.

Waktu terbaik untuk mengamati jantung atau pusat galaksi Bimasakti yang terang pun cenderung baru bisa dimulai sejak pertengahan Mei sampai akhir Agustus tiap tahunnya, yang mana masa-masa itu dikenal dengan istilah "Musim Bimasakti", musim yang cocok bagi para astrofotografer yang ingin mengabadikan bentangan galaksi kita.
Visibilitas bentangan Bimasakti. Kredit: Andrewrhodesphoto.com
Perhatikan infografik di atas, tampak bahwa sejak Februari hingga April, bentangan Bimasakti sudah terbenam lebih dulu saat Matahari terbenam. Sementara untuk September hingga November, bentangan Bimasakti terbit hampir bersamaan dengan Matahari terbit.

Hal ini membuat pengamatan yang dilakukan mulai Mei sampai Agustus lebih baik, dan Juni-Juli adalah saat-saat terbaiknya di mana bentangan Bimasakti akan berada di atas kepala saat tengah malam; bentangan Bimasakti terlihat sepanjang malam!

Jadi, sampai jumpa, Bimasakti. Musim Bimasakti kini resmi berakhir. Kita harus menunggu lagi tahun depan untuk melakukan pengamatan ataupun memotretnya.
BERIKAN KOMENTAR ()