Siapa yang Menamai Bintang-bintang di Langit?

Bintang-bintang di langit Cangar, Batu Malang, Jawa Timur. Kredit: Martin Mathadinata
Info Astronomy - Ketika kita mendongak ke langit di malam yang cerah, kita akan melihat ada banyak bintang di sana. Tapi, di antara semuanya, ada bintang-bintang yang terang. Bintang-bintang terang ini memiliki nama tersendiri. Dari mana dan siapa yang menamainya?

Sebagian besar bintang terang di langit malam diberi nama dari nama karakter dalam mitologi berbagai budaya di dunia. Banyak dari bintang-bintang tersebut memiliki nama yang berbeda tergantung di mana mereka diamati oleh para pengamat kuno zaman dahulu.

Budaya Arab
Di masa silam, orang-orang Arab begitu maju ilmu astronominya. Dari bisa membuktikan bahwa Bumi itu bulat, sampai hal-hal kecil seperti menamai bintang-bintang di langit malam. Nama-nama bintang seperti Betelgeuse, Sirius, Deneb, atau pun Algol berasal dari kebudayaan Arab, dinamai sejak sekitar abad kedelapan ketika astronomi Arab berkembang pesat.

Dalam astronomi Barat, kebanyakan nama bintang yang digunakan adalah nama yang berasal dari kebudayaan Arab ini, hanya sebagian kecil bintang saja yang namanya berasal dari budaya Yunani. Nama-nama tersebut telah disematkan kepada bintang-bintang di langit oleh penduduk di semenanjung Arab lebih seribu tahun yang lalu.

Astronom Yunani, Ptolemy, semasa hidupnya pernah menyenaraikan 1.025 bintang lengkap dengan namanya dalam bukunya, Almagest. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada ke-8 dan ke-9, kemudian mulai masuk Eropa pada abad ke-12 setelah Almagest diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.

Dari 210 bintang di langit yang telah memiliki nama di era modern ini, 52% di antaranya masih menggunakan nama asli dari budaya Arab, 39% lainnya adalah hasil terjemahan Ptolemy, sementara 9% sisanya tidak diketahui asal-usul mereka (bisa jadi karena ada kesalahan penerjemahan nama).

Sistem Bayer dan Nomor Flamsteed
Pada tahun 1603, dalam catatannya yang berjudul Uranometria, astronom Johann Bayer memperkenalkan sebuah sistem penamaan bintang dalam sebuah rasi menggunakan abjad Yunani (alfa, beta, gama, dan seterusnya) sesuai dengan urutan kecerahannya.

Sistem ini masih digunakan secara luas hingga sekarang. Sebagai contoh, Sirius memiliki nama lain dalam penyebutan Bayer: Alfa Kanis Mayoris, yaitu bintang paling terang dalam rasi Kanis Mayor. Jadi, bintang-bintang paling terang di setiap rasi bintang akan diawali dengan Alfa ditambah nama rasi bintangnya.

Ada pula penamaan bintang dengan penomoran Flamsteed yang juga masih digunakan. Sistem ini diperkenalkan oleh John Flamsteed dalam catatannya yang berjudul Historia Coelestis Britannica (diterbitkan pada 1729 setelah kematiannya).

Sistem penamaan Flamsteed ini adalah dengan memberikan nomor pada sebuah bintang sesuai dengan urutan asensiorektanya dalam sebuah rasi bintang. Misalnya 61 Cygni memiliki asensiorekta lebih besar daripada 16 Cygni.

Sistem penamaan Flamsteed ini familiar untuk bintang-bintang redup, tetapi yang masih bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga kebanyakan bintang yang memiliki penamaan Flamsteed tidak memiliki nama diri (dari budaya Arab) maupun nama Bayer.

Bisakah Kita Menamai Bintang?
Bisa, tapi juga tidak bisa. Dalam astronomi, hanya ada satu lembaga resmi yang berwenang untuk menamai objek-objek langit, mereka adalah International Astronomical Union (IAU). Untuk menamai sebuah bintang, maka harus mendapatkan persetujuan dari IAU.

IAU sendiri tidak pernah membuka kesempatan siapapun untuk membeli bintang dan lalu menamainya, dan mungkin mereka tidak akan pernah membukanya. Menurut IAU, jauh lebih berguna bagi para astronom untuk mencari dan mempelajari bintang, daripada hanya sekadar menamainya.

Walaupun saat ini ada banyak perusahaan swasta yang mengiming-imingi kamu bahwa kamu bisa menamai sebuah bintang dengan membayar sejumlah uang, nama tersebut tidak dianggap resmi oleh IAU.

Kamu tidak akan melihat nama bintang yang kamu beli itu muncul dalam jurnal penelitian ilmiah (apabila bintang dibeli dan dinamai olehmu sedang diteliti astronom). Bahkan, bintang yang kamu beli di perusahaan tertentu mungkin telah diberi nama juga oleh orang lain di perusahaan lain yang berbeda.

Nah, itulah bagaimana bintang-bintang di langit mendapatkan namanya.
BERIKAN KOMENTAR ()