Analisis Papasan Dekat Asteroid Apophis dengan Bumi

Ilustrasi. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Tahun 2029 mendatang, sebuah asteroid raksasa bernama 99942 Apophis bakal berpapasan dekat dengan Bumi. Apakah ada kemungkinan bahwa asteroid ini bakal menabrak Bumi? Berikut analisisnya.

Planet Bumi merupakan salah satu planet anggota dari sistem tata surya yang membutuhkan waktu normalnya 365,25 hari untuk menyelesaikan satu kali mengitari Matahari pada orbitnya atau yang sering disebut dengan revolusi Bumi.

Lebih dari itu, planet Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Seiring waktu, planet kita ini akan mengalami kehancuran, baik dari keadaan planet Bumi sendiri yang akan semakin tua dan rapuh, maupun hancur karena adanya gangguan dari luar, dalam hal ini adalah adanya benda-benda asing.

Benda asing yang dapat menyebabkan kehancuran planet Bumi salah satunya adalah asteroid. Asteroid merupakan benda asing di tata surya yang hampir keseluhannya tidak memiliki bentuk yang teratur. Sama halnya planet, asteroid juga mengitari Matahari dengan lintasan elips, berputar bahkan sewaktu-waktu keluar dari orbitnya dan bisa membahayakan objek di sekitarnya.

Lintasan asteroid seiring waktu akan mengalami pertemuan dengan orbit planet anggota tata surya, tidak terkecuali dengan planet Bumi. Lintasan yang nantinya akan mengalami titik temu terhadap lintasan planet Bumi ini memiliki suatu kemungkinan yang diperkirakan mengalami tabrakan atau bahkan hanya sekedar berpapasan.

Ancaman Asteroid 99942 Apophis

99942 Apophis atau biasa disebut Apophis saja merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan pada tahun 2004, di mana sejak ditemukannya asteroid tersebut berpotensi untuk menghantam dan menabrak planet Bumi. Hal itu dikarenakan orbit asteroid Apophis ini diperkirakan akan bertemu atau berpapasan dengan orbit planet Bumi.

Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan dari orbit asteroid Apophis ini, di antaranya pengaruh dari benda-benda yang ada disekitar, perubahan orbit akibat dari panas Matahari, serta pengaruh dari gravitasi planet-planet lain seperti Jupiter.

Namun, berdasarkan simulasi numerik yang telah dilakukan dengan mengintegrasikan data posisi dan kecepatan awal setiap objek langit yang diambil dari Jet Propulsion Laboratory NASA pada tanggal 28 Juli 2016, dijelaskan bahwa lintasan asteroid Apophis masih jauh dari kemungkinan untuk dapat bertabrakan dengan planet Bumi, dengan kata lain; hanya berpapasan dekat.

Meskipun asteroid berjumlah miliaran buah di ruang angkasa, kebanyakan asteroid yang terdekat ada di wilayah yang dikenal dengan nama Tata Surya Dalam (Inner Solar System) yang termasuk salah satunya adalah asteroid Apophis ini.

Ilustrasi perbandingan ukuran asteroid Apophis dengan Gedung Empire State. Kredit: NASA

Kapan Apophis Mendekati Bumi?

Simulasi numerik papasan dekat antara asteroid Apophis terhadap planet Bumi telah dilakukan untuk rentang waktu 200 tahun ke depan. Semuanya telah dihitung, termasuk kapan saja Bumi dan Apophis mengalami papasan dekat atau adanya pergeseran orbit.

Waktu terdekat dari papasan dekat antara kedua benda langit ini diperkirakan terjadi di tahun 2029 mendatang, yang dalam penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa pada tahun tersebut akan ada sesuatu yang menabrak planet Bumi yang tidak lain adalah asteroid yang bernama Apophis.

Tepatnya, papasan dekat berdasarkan proses integrasi dalam orde hari akan terjadi pada jam 19:00 WIB tanggal 13 April 2029, sedangkan apabila dalam orde menit papasan dekat ini akan terjadi pada jam 16:32 WIB tanggal 13 April 2029.

Seberapa Dekat?

Ketika asteroid Apophis mendekati planet Bumi pada tahun 2029, asteroid ini akan berjarak hanya 31.300 km dari planet Bumi. Itu lebih dekat dari satelit geostasioner, yakni satelit-satelit yang berada tepat digaris lintang 0° atau di atas ekuator planet Bumi, di mana satelit-satelit ini memiliki periode sama dengan periode rotasi planet Bumi; 23 jam 56 menit.

Orbit geostasioner. Kredit: Spaceflight101
Akan tetapi, pada tahun 2029, saat asteroid Apophis mendekati Bumi berdasarkan hasil simulasi, asteroid tersebut akan melewati area di dekat sabuk utama satelit geosinkronus, dengan jarak yang didapat yaitu 41.381,5686139 km terhadap planet Bumi.

Dalam hal ini, kesempatan terjadinya tabrakan dengan satelit buatan akan lebih dimungkinkan karena dengan jarak yang dihasilkan tersebut memiliki jarak lebih dekat daripada jarak yang dimiliki satelit geosinkron (d = 42.000 km).

Apa Dampaknya?

Apabila asteroid Apophis menabrak satelit-satelit buatan yang mengelilingi planet Bumi, salah satu dari sekian banyak kemungkinan akibatnya yaitu akan terjadinya gangguan sistem komunikasi, karena pada orbit geostasioner ini keadaan orbit satelit akan tampak diam yang banyak diminati operator-operator untuk memasang satelit komunikasi.

Meskipun papasan dekat antara asteroid Apophis ini telah diprediksi dan berpotensi mengalami tabrakan yang dijelaskan secara hukum Newton tentang persamaan gravitasi, yaitu planet Bumi yang massanya lebih besar memiliki gaya gravitasi yang besar juga untuk bisa menarik atau mengubah orbit sebuah asteroid Apophis yang massanya lebih kecil, dan hal tersebut bisa terjadi dengan masih dipengaruhi faktor jarak antara keduanya, apa yang dijelaskan persamaan gravitasi itu mutlak.

Tetapi masalah dari kedua objek tersebut berdasarkan hukum Murphy, yaitu apapun yang bisa terjadi, akan terjadi, baik itu berupa berpapasan dekat saja atau mengalami tabrakan sekalipun, dan tabrakan antara asteroid Apophis dengan planet Bumi nanti mau terjadi atau bahkan tidak, baik disebabkan pengaruh gravitasi, kecepatan, atau posisi dari keduanya, kalau ada sesuatu yang berpotensi salah, maka hal itu akan menjadi salah.

Untuk saat ini memang masih tahap prediksi dan kemungkinan saja. Dan dalam kejadian tersebut, tidak ada sesederhana yang terlihat bahkan yang terpikirkan atas semua potensi juga kemungkinan papasan dekat asteroid terhadap planet Bumi ini dibandingkan dengan kenyataan yang akan terjadi nanti.


Ditulis oleh: Sadam Muammar K, FST Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
BERIKAN KOMENTAR ()