Kiat Menemukan dan Memotret Galaksi Andromeda di Langit Malam

Galaksi Andromeda di langit Cangar, Jawa Timur. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Memotret bentangan galaksi Bimasakti di langit malam mungkin sangat membuat ketagihan, tapi bagaimana kalau mencoba memotret galaksi lain seperti galaksi Andromeda? Galaksi Andromeda merupakan galaksi spiral terdekat Bimasakti, ia cukup terang untuk dapat dipotret, lho~

Walaupun galaksi Andromeda merupakan objek langit jauh (deep sky object/DSO), peralatan yang dibutuhkan untuk memotretnya bisa cukup menggunakan kamera DSLR dengan lensa fix 50mm dan diafragma maksimum f/1,8. Selain peralatannya relatif tidak terlalu mahal, hasil jepretannya juga cukup memuaskan. Bahkan tidak perlu menggunakan teleskop.

Menemukan Andromeda

Galaksi Andromeda berada di arah rasi bintang dengan nama yang sama, Andromeda. Rasi bintang tersebut berada di langit arah utara dan hanya muncul di waktu-waktu tertentu saja.

Untuk menemukan galaksi Andromeda, kita bisa memanfaatkan bintang Mirach, bintang paling terang kedua di rasi bintang Andromeda. Berada dekat dengan galaksi yang dikatalogkan juga sebagai M31 ini, Mirach merupakan "pemandu" kamu untuk menemukan sang galaksi tetangga.

Mirach ke Andromeda. Kredit: BBC
Di bulan Agustus hingga Oktober, Mirach muncul cukup tinggi di langit utara saat tengah malam. Dengan kata lain, galaksi Andromeda pun juga demikian.

Tariklah garis khayal ke arah utara bintang Mirach melalui bintang Mu Andromedae. Nantinya, kamu bisa menemukan galaksi Andromeda di sana. Galaksi ini merupakan galaksi spiral besar terdekat dengan Bimasakti kita, dan ia adalah objek terjauh yang dapat Anda lihat dengan kasat mata. Yang kamu butuhkan hanyalah langit gelap tanpa cahaya Bulan.

Di langit malam, galaksi Andromeda akan terlihat memiliki diameter sudut sekitar 3 derajat. Sebagai perbandingan, diameter sudut Bulan adalah sekitar 0,5 derajat (sekitar selebar ibu jari), sehingga Andromeda sekitar enam kali lebih besar!

Bila kamu kesulitan menemukan galaksi Andromeda, kamu bisa mengunduh aplikasi peta langit seperti Stellarium, Sky Safari, Sky Map, dan sebagainya di toko aplikasi.

Mengatur Kamera

Sudah bisa menemukan galaksi Andromeda? Sebelum memotretnya, pertama-tama kita atur dulu kameranya~

Untuk pengaturan kamera, ISO dapat diatur ke maksimal 1600-3200, tergantung kondisi lokasi. Saya menggunakan ISO 3200 karena lokasi benar-benar gelap, sedangkan diafragma lensa saya atur ke f/2,8. Tapi mengapa saya atur ke f/2,8 bukannya f/1,8? Perlu diingat, diafragma lensa mempunyai titik fokus ketajaman, atau yang dikenal sebagai sweet spot.

Untuk kecepatan rana (shutter speed) saya menggunakan 10 detik. Tidak perlu lama-lama kecepatan rananya karena ada sebuah perbedaan kenapa memotret dengan menggunakan lensa kit 18-55mm membutuhkan rana yang panjang 30 detik sedangkan lensa fix 50mm cukup hanya 10 detik.

Ada "rumus" tersendiri dalam astrofotografi supaya hasilnya tidak nge-trail (bintang-bintang di langit terlihat bergaris), yaitu "rule of 600", di mana 600 dibagi panjang fokal lensa sama dengan detik yang kita butuhkan untuk kecepatan rana.

Sebagai contoh, saya misalnya memiliki lensa 18mm. Di sini, saya bertanya, berapa detik kecepatan rana yang dibutuhkan supaya hasilnya tidak nge-trail? Jawabannya mudah saja, 600/18 = 33, hasilnya dapat kita bulatkan menjadi 30 detik saja.

Sekarang, jika lensa fix 50mm, maka berapa detik kecepatan rana yang kita butuhkan? Jawabannya maka 600/50 = 12 sekian detik atau bisa dibulatkan menjadi 10 detik saja. Nah, jika sudah memahami "rule of 600" ini, barulah kita bisa memotret galaksi Andromeda ataupun DSO lainnya.

Sekarang tinggal carilah lokasi yang gelap dan langitnya masih terbebas dari polusi cahaya. Memotret galaksi Andromeda butuh suasana langit yang gelap gulita.

Tips: Untuk memotret galaksi Andromeda, supaya hasilnya lebih jelas, perlu perangkat lunak penyunting foto khusus. Saya merekomendasikan Deepsky Stacker. Foto di atas adalah jepretan saya di Cangar, Jawa Timur. Foto itu saya gabungkan dari total 50 frames dengan exif data ISO 3200, rana 10", diafragma f.2,8.

Selamat memotret!


Penulis: Martin Marthadinata
Red: Riza Miftah Muharram
BERIKAN KOMENTAR ()