![]() |
Hujan meteor Lyrid tahun 2012. Kredit: Frank L./Flickr |
Hujan meteor Lyrid mencapai puncaknya hari ini, 22 April 2016, dan akan sepenuhnya berakhir pada hari Senin, 25 April 2016. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah mulai tengah malam hingga subuh. Titik radiannya ada di bintang Vega, rasi bintang Lyra, tetapi Anda dapat melihat sebagian besar meteor melintas dari segala penjuru langit.
Asal muasal meteor sendiri berasal dari debris atau puing yang ditinggalkan oleh komet C/1861 Thatcher yang mengorbit Matahari sekali setiap 415 tahun. Ketika debris dari komet ini menghantam atmosfer Bumi, mereka akan terbakar dan menciptakan jejak asap khas meteor.
Sayangnya, tahun ini tidak akan menjadi tahun yang baik untuk observasi hujan meteor Lyrid, karena bertepatan dengan Bulan Purnama 22 April 2016, sehingga cahaya Bulan yang sangat terang akan meredupkan cahaya meteor yang lewat. Biasanya, Anda dapat melihat 15 sampai 20 setiap jam. Namun, karena ada Purnama, Anda mungkin hanya bisa melihat 3-7 meteor per jam.
Peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia dengan mata telanjang tanpa peralatan seperti teleskop. Namun jika Anda ingin menontonnya saja secara online, Anda dapat mengikuti webcast dari Slooh Observatory, langsung dari Kepulauan Canary pada Sabtu, 23 April 2016, pukul 07:00 WIB.
Anda dapat melihatnya pada live streaming di bawah ini. Enjoy!