![]() |
| Phobos, salah satu dari dua satelit alami Mars, semakin mendekati planet Merah. Kredit: NewScientist |
InfoAstronomy - Phobos adalah salah satu dari dua satelit alami yang dimiliki oleh Mars. Satelit alami ini mengorbit Mars pada jarak radius 6.000 kilometer dari permukaan Planet Merah. Dan saat ini, tidak ada satelit alam di tata surya yang mengorbit planet induknya dengan jarak sedekat ini, sambil terus mendekat seiring waktu!
Ya, Phobos semakin mendekati Mars dengan kecepatan mendekat 2 meter tiap 100 tahun. Diperkirakan dalam waktu 30-50 juta tahun lagi, Phobos akan mengakhiri hidupnya dengan tercabik-cabik oleh gravitasi Mars, yang selanjutnya akan terbentuk cincin yang mengelilingi Mars dari potongan Phobos.
Phobos bisa memiliki orbit yang demikian awalnya diperkirakan disebabkan oleh dampak tabrakan yang begitu kuat oleh batu antariksa lain pada masa silam. Namun, melalui serangkaian penelitian terbaru, diketahui bahwa kelainan orbit Phobos disebabkan oleh gaya pasang surut yang tidak teratur.
Tarikan gravitasi antara Mars dan Phobos menghasilkan kekuatan pasang surut yang besar. Bumi menarik Bulan satu sama lain dengan cara yang sama, menyebabkan adanya pasang di lautan dan membuat keduanya (Bumi dan Bulan) yang sedikit berbentuk seperti telur daripada bulat sempurna.
Satelit yang mengelilingi planet akan terpengaruh gaya gravitasi. Namun karena gravitasi semakin lemah jika kita menjauhi planet dan sebaliknya, bagian satelit yang menghadap planet mengalami gravitasi planet lebih besar daripada bagian yang menjauhi planet. Inilah gaya pasang surut, dan gaya ini cukup penting untuk planet kita.
![]() |
| Batas Roche ditandai dengan garis putih. Kredit: NASA, Shutterstock |
Gaya pasang surut dapat menyebabkan satelit menjadi terentangkan dari berbentuk bola menjadi lebih elips. Namun kepadatan satelit membuat satelit tidak terobek dan hancur akibat gaya pasang surut. Jika satelit tersebut sangat dekat dengan planet, maka perbandingan gaya gravitasi planet di sisi yang menghadap planet dan sisi yang menjauhi planet sangat berbeda kuatnya sehingga menyebabkan gaya pasang surut yang sangat besar. Akibatnya, satelit pun terobek-robek dan hancur menjadi debu dan triliunan serpihan kecil. Lalu serpihan ini tersebar di seluruh bagian orbit dan membentuk cincin.
Ada sebuah jarak dimana satelit cukup dekat dengan planetnya sehingga mulai terobek-robek. Jarak itulah yang disebut Batas Roche. Objek yang berada di Batas Roche atau lebih dekat ke planetnya, akan hancur. Berapa jarak Batas Roche dari planet tergantung dari radius planet dan rasio kepadatan planet dan satelitnya.
Karena kekuatan pasang surut atau gravitasi yang besar tersebut, Phobos akan melewati Batas Roche, lalu akan hancur dan pada akhirnya membentuk cincin baru di sekeliling Mars.
Ada sebuah jarak dimana satelit cukup dekat dengan planetnya sehingga mulai terobek-robek. Jarak itulah yang disebut Batas Roche. Objek yang berada di Batas Roche atau lebih dekat ke planetnya, akan hancur. Berapa jarak Batas Roche dari planet tergantung dari radius planet dan rasio kepadatan planet dan satelitnya.
Karena kekuatan pasang surut atau gravitasi yang besar tersebut, Phobos akan melewati Batas Roche, lalu akan hancur dan pada akhirnya membentuk cincin baru di sekeliling Mars.

