Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Tahun 2040, Asteroid 2011 AG5 Tidak Akan Menabrak Bumi

Tahun 2040, Asteroid 2011 AG5 Tidak Akan Menabrak Bumi


Info Astronomy — Dunia selamat dari "kiamat" Maya. Tak ada planet "liar" Nibiru yang menabrak, tiada pergeseran kutub bumi, atau sengatan dahsyat lidah Matahari. Batu angkasa 4179 Toutatis, yang disebut-sebut sebagai "asteroid kiamat" juga hanya melintas dalam jarak aman dengan bumi, Rabu (12/12/2012) lalu. Apa lagi selanjutnya?

Ada kabar baik datang lagi dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Asteroid yang diprediksi bisa menabrak Bumi pada 2040 mendatang, Asteroid 2011 AG5, belakangan dikonfirmasi tak menimbulkan ancaman sama sekali.

"Analisis data terbaru yang dilakukan Kantor Program Obyek Dekat Bumi NASA di Laboratorium Jet Propulsion, di Pasadena, California, AS menunjukkan, risiko tabrakan pada 2040 telah tereliminasi," demikian pernyataan NASA, seperti dimuat Daily Mail, (23/12/2012).

Asteroid berdiameter 140 meter atau lebih panjang dari lapangan bola, hanya akan berada dalam jarak 890 ribu kilometer (sekitar dua kali jarak Bumi-Bulan).

Sebelumnya, ketidakpastian membayangi orbit Asteroid 2011 AG5. Diperkirakan, meski kurang dari 1 persen, ia berpeluang menabrak Bumi pada Februari 2040.

NASA tak menganggap peluang itu main-main. Untuk lebih memastikannya, badan antariksa merekrut sejumlah astronom dari University of Hawaii di Manoa untuk mengobservasi asteroid itu selama beberapa hari di bulan Oktober lalu.

Observasi dilakukan menggunakan teleskop Gemini dengan diameter lensa 8 meter. Hasil dari pengamatan itu memastikan, planet manusia bukan termasuk berada di lintasan asteroid itu di masa depan.

Kabar itu melegakan, sebab, jika sampai lolos dan menghantam permukaan Bumi, asteroid itu bisa melepaskan energi 100 megaton atau beberapa ribu kali lebih kuat dari bom atom. Luar biasa!

Menurut David Tholen, astronom dari University of Hawaii Institute for Astronomy, bukan perkara gampang mengamati 2011 AG5 karena kedekatan obyek dengan Matahari.

Hanya ada kesempatan selama 30 menit untuk melihat asteroid itu di waktu tepat. Dan, karena pengamatan dilakukan di atas tanah, penampakan batu angkasa itu terganggu atmosfer, yang membuat 2011 AG5 lebih redup.

"Efek kedua adalah turbulensi atmosfer yang membuatnya tampak redup," kata Tholen. "Kami harus terus mencoba berulang-ulang sampai suatu malam, ketika atmosfer tampak tenang."

Karena asteroid itu bentuknya memanjang, kecerahannya berubah saat berotasi. [Ein]

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.