Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Misi ke Mars, Akan Ada Gangguan Tidur Pada Diri Anda

Misi ke Mars, Akan Ada Gangguan Tidur Pada Diri Anda
Info Astronomy — Misi ruang jangka panjang mungkin berbahaya bagi tidur Anda. Kru simulasi perjalanan Mars sedikit bergerak dan lebih banyak tidur selama proyek 520 hari.

Astronot pada misi-misi panjang pulang dan pergi ke Mars memiliki lebih banyak ancaman dari kebosanan. Gangguan tidur mungkin efek samping yang serius penerbangan panjang ruang angkasa, mengubah dinamika kru dan mempengaruhi kinerja pada tekanan tinggi.

Dalam epik playacting, 6 awak hidup selama 520 hari di dalam kapsul tertutup 550 meter kubik di Moskow.

Sebagai eksperimen, kru melayang dalam gravitasi rendah, bergerak sedikit dan tidur lebih banyak, 4 pria mengalami masalah tidur.

Russian Academy of Sciences merancang proyek “Mars 500” untuk menguji kelayakan mengirim manusia dalam perjalanan pulaang pergi ke Mars.

Simulasi ini realistis. Ruang disegel, pengendali misi siaga 24 jam sehari dengan built-in keterlambatan komunikasi selama bagian dari misi dan kru memiliki pekerjaan tertentu yang harus dilakukan selama transit dan kembali ke Bumi.

"Kalau kita benar-benar ingin pergi ke Mars dan mengirim manusia, maka kita perlu tahu bagaimana mereka mengatasi periode panjang isolasi," kata Mathias Basner, biolog University of Pennsylvania’s Perelman School of Medicine di Philadelphia.

Beberapa bulan eksperimen, awak tampak tidak aktif, tidur lebih banyak dan kurang bergerak. Jam tangan seperti gadget mengukur aktivitas setiap menit bahwa awak menjadi lebih banyak diam dan kurang bergerak selama eksperimen berlangsung.

Meskipun rata-rata kru menjadi lesu, tanggapan tidak seragam. Salah satu awak justru benar-benar kurang tidur dan mengalami masalah dalam tes kewaspadaan. Mungkin masalah yang tampaknya kecil tapi bisa memiliki konsekuensi mematikan.

"Ketika Anda melakukan perilaku berisiko tinggi di ruang angkasa, defisit kinerja mengancam kehidupan," kata Jeffrey Sutton dari National Space Biomedical Research Institute di Houston dan Baylor College of Medicine. [KeSimpulan]

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.