Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Salju Planet Mars Berukuran Lebih Kecil Dari Sel Darah Merah



Dalam cuaca musim dingin di Planet Mars yang mematikan, ukuran dari kepingan salju yang menyelimuti kutub-kutub planet ternyata tidak lebih besar dari sel darah merah manusia, berdasarkan pada studi baru tentang partikel es Planet Mars. Hasil ini memberi kesan bahwa, Salju Planet Mars pada saat turunnya tidaklah seperti badai salju di Planet Bumi melainkan terlihat seperti kabut pada pagi hari.

Data sebelumnya dari Misi Phoenix milik NASA mengungkapkan bahwa terdapat salju turun di dekat kutub utara planet merah ini pada saat musim beralih dari musim panas ke musim gugur. Pada saat itu udara secara relatif bersuhu cukup hangat, ilmuwan berpendapat bahwa kristal es yang terbentuk pada saat itu adalah dari air.

Tapi pada saat musim dingin temperatur Planet Mars turun drastis hingga mencapai -125 derajat celcius, menjadi sebuah kondisi cukup dingin bagi karbondioksida di atmosfir Planet Mars untuk membeku, menghasilkan kabut es kering yang dapat mencapai jarak sejauh dari kutub sampai separuh jalan ke ekuator.

Sejauh ini, belum ada robot penjelajah Planet Mars yang dapat bertahan di dekat kutub selama musim dingin. Maka untuk mempelajari lebih banyak tentang Salju Planet Mars ini, para peneliti melakukan analisa menggunakan data yang diperoleh oleh Satelit Pengorbit Planet Mars milik NASA.

Mengukur Salju Planet Mars dari Orbitnya Informasi dari Satelit Pengorbit Mars Reconnaissance membantu para ilmuwan untuk memprediksi di mana kabut es sepertinya akan terbentuk. Dengan melihat kepada temperatur dan kondisi tekanan dimana sejumlah salju mungkin dapat terbentuk. Sebagai tambahan, salju dan embun yang tersimpan di kutub Planet Mars pada saat musim dingin dapat menambahkan sejumlah massa yang cukup untuk menambah sedikit medan gravitasi dari Planet Mars.

Menggunakan data gravitasi dari Mars Global Surveyor, para ilmuwan secara berkala dapat memperkirakan ada berapa banyak salju karbon dioksida yang menumpuk pada kedua kutub. Bukti itu juga menujukkan sejumlah cahaya yang dipantulkan oleh kabut salju, yang membantu para peneliti menentukan kepadatan kabut tersebut.

Dengan menggabungkan data, para ilmuwan akhirnya dapat untuk menunjukkan dengan tepat jumlah dan ukuran dari partikel salju didalam kabut salju tersebut. Sepanjang kutub selatan, partikel salju karbondioksida memiliki ukuran antara 4 sampai 13 microns. Sepanjang kutub utara, di mana atmosfir lebih padat, partikel salju berukuran antara 8 sampai 22 microns. Sebagai perbandingan, sel darah merah manusia rata-rata berukuran 6 sampai 8 microns. Di Planet Bumi kepingan salju cenderung lebih besar, sekitar selebar sepuluh milimeter.

Apakah Ukuran Salju Planet Mars Mempengaruhi Iklim Mars?
Mengetahui ukuran dari kepingan Salju Planet Mars dapat membantu dalam memahami keseluruhan unsur-unsur pembentuk atmosfir planet tersebut.

Proses terjadinya hujan, termasuk hujan kristal salju, biasanya terbentuk dengan bantuan dari partikel-partikel yang berada dalam atmosfir seperti butiran debu. Tapi bisa jadi dalam prosesnya partikel karbondioksida terbentuk langsung di atmosfir tanpa memerlukan butiran debu.

Ukuran dan komposisi kepingan Salju Planet Mars terpengaruh oleh panjang gelombang dari cahaya Matahari di mana kristal es menyerapnya dan kemudian memantulkannya. Pemahaman yang lebih baik dari proses bagaimana partikel salju memiliki ukuran yang bervariasi akan menambah pengetahuan kita tentang bagaimana energi Matahari diserap oleh Planet Mars, sebuah proses yang mengendalikan ilkim Planet Mars. (www.infoAstronomy.co.cc)

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.