Apakah Setiap Malam Kita Melihat Bintang yang Itu-itu Saja?

Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Mungkin kamu sempat berpikir, mengapa setiap malam kita melihat bintang yang itu-itu saja padahal katanya Bumi berputar, baik pada porosnya maupun mengitari Matahari? Apakah selama ini kita dibodohi NASA?

Hmm.. mari kita buang jauh-jauh sifat buruk sangka itu, dan mulai mencari tahu melalui astronomi.

Semua bintang di langit malam muncul sebagai bintik terang, yang membedakannya adalah kecerahannya saja. Oleh karena itu, bila seseorang atau mungkin kamu tidak sering melihat ke langit tiap malam, kamu mungkin akan merasa kalau hanya melihat bintik cahaya yang sama itu-itu saja setiap malam.

Namun, faktanya tidak demikian. Dalam mengamati bintang-bintang, orang-orang kuno dari berbagai budaya di zaman dahulu sempat merangkai sebuah pola di langit agar mereka dapat membedakan antara bintang satu dengan yang lainnya. Pola tersebut dikenal sebagai rasi bintang.

Di era modern ini, Persatuan Astronomi Internasional telah secara resmi merangkai 88 rasi bintang di langit, yang sebenarnya berasal dari kebudayaan Yunani kuno, sih. Dua belas di antaranya diketahui bergerak melalui ekliptika (jalur khayal yang dilalui Matahari, Bulan, dan planet-planet di langit, kira-kira di atas ekuator), yang mana dikenal sebagai rasi bintang Zodiak: Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpius, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, dan Pises.

Dengan adanya rasi bintang ini, kita sebenarnya bisa mengetahui bahwa setiap malam tidak bintang-bintang itu saja yang terlihat. Setidaknya, bintang-bintang di langit tampak bergerak dalam dua arah.

Pertama, bergerak semu harian, yakni ketika Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur. Gerak semu ini akan membuat bintang tampak terbit di timur dan terbenam di barat dengan waktu sekitar 12 jam. Pergerakan ini sangat mudah kita amati. Karena lebar cakrawala timur ke ufuk barat adalah 180°, hal itu membuat bintang-bintang tampak bergerak 15° per jam dari timur ke barat.

Kedua, gerak semu tahunan. Karena Bumi mengorbit Matahari sekali dalam kurang lebih 365 hari, bintang-bintang di langit tampak bergerak dari barat ke timur. Namun "pergerakan" ini sangat lambat, yakni dengan laju sekitar 1° per hari. Dengan kata lain, kita dapat melihat bintang yang sama hanya sekitar enam bulan dalam setahun di langit malam (pada waktu yang berbeda, tentu saja).

Posisi terbit dan terbenamnya bintang tidak berubah selama satu tahun, yang berubah adalah waktu terbit dan terbenamnya. Jika kamu mengamati dengan sabar dan teliti, kamu dapat melihat bahwa bintang tertentu akan terbit 4 menit lebih awal per hari. Misalnya bila hari ini bintang Zubenelgenubi di rasi bintang Libra terbit pukul 19.04 WIB, maka besoknya ia akan terbit pukul 19.00 WIB.

Dari keterlambatan ini, perlahan-lahan kenampakan bintang-bintang di langit malam akan bergeser dari hari ke hari. Jadi, kira-kira sekitar enam bulan dari sekarang, bintang-bintang yang berada di atas kepala kita pada, misalnya, pukul 12 malam, maka akan berpindah ke belahan dunia yang lain (di bawah kaki kita).

Nah, singkatnya adalah, kita tidak selalu melihat bintang yang itu-itu saja di langit. Bintang mengalami pergerakan semu akibat gerak rotasi dan revolusi Bumi. Semoga menambah wawasanmu.


Sumber: Physics Weber, Universitas Cornell.
Apakah Setiap Malam Kita Melihat Bintang yang Itu-itu Saja? Apakah Setiap Malam Kita Melihat Bintang yang Itu-itu Saja? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 5/04/2018 02:09:00 PM Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!