Mengenal Bintang Pelari

Salah satu bintang pelari Kappa Kasiopeia. Kredit: ESA/Hubble, NASA
Info Astronomy - Sebagian besar bintang di galaksi Bimasakti kita bergerak dengan kecepatan teratur. Tetapi, ada beberapa bintang yang dikenal sebagai bintang pelari. Ya, bagaikan Usain Bolt, bintang ini berlari lebih cepat dari kecepatan gerak bintang-bintang lain di galaksi.

Matahari dan semua bintang di galaksi Bimasakti diketahui bergerak di orbitnya mengitari pusat galaksi dengan kecepatan yang kurang lebih teratur. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, para astronom telah mengidentifikasi beberapa bintang di Bimasakti yang bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan. Para astronom menyebut bintang-bintang itu sebagai bintang pelari.

Seperti informasi yang kami himpun dari EarthSky, setidaknya ada dua mekanisme di mana sebuah bintang bisa menjadi bintang pelari.

Yang pertama, bintang pelari berasal dari sistem bintang biner, yakni sistem dua bintang yang saling mengorbit. Ketika kedua bintang tersebut saling mendekati satu sama lain, perjumpaan itu dapat mengganggu kedua sistem, sehingga salah satu bintangnya bisa ditendang atau dikeluarkan dengan kecepatan yang relatif tinggi.

Yang kedua, bintang pelari bisa muncul akibat dari peristiwa ledakan supernova dalam sistem bintang biner. Ledakan bintang yang kuat ini dapat mendorong bintang terkait yang tidak meledak untuk bergerak menjauh dengan kecepatan yang tinggi.

Salah satu bintang pelari di galaksi Bimasakti yang telah dipelajari adalah GD 50, sebuah bintang katai putih dengan massa yang lebih rendah daripada Matahari kita. GD 50 terletak di arah rasi bintang Eridanus. Namun, sekitar tahun 2009, para astronom yang telah mempelajari bintang ini menemukan bahwa ia bergerak dengan kecepatan yang sama dengan gugus bintang Pleiades, yang terletak tidak jauh dari Eridanus.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa bintang GD 50 memiliki usia yang mirip dengan bintang-bintang di gugus Pleiades. Para astronom pun lantas menyimpulkan bahwa GD 50 sebelumnya lahir di Pleiades, lalu terlempar keluar, sehingga kini menjadi bintang pelari.

Contoh lain dari bintang pelari adalah bintang AE Aurigae, 53 Arieti.s dan Mu Columbae. Mereka semua bergerak menjauh satu sama lain dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per detik (sebagai perbandingan, Matahari kita bergerak mengitari pusat Bimasakti hanya sekitar 20 kilometer per detik.

Bintang Pelari di Galaksi Lain

Namun, semua bintang yang disebutkan di atas masih merupakan bintang-bintang milik galaksi Bimasakti. Adakah bintang pelari di galaksi lain? Jawabannya: ada. Baru-baru ini, sekelompok astronom berhasil menemukan bintang pelari di galaksi tetangga Bimasakti, Awan Magellan Kecil (AMK).

Dipimpin oleh Kathryn Neugent dari Observatorium Lowell di Arizona, AS, sekelompok astronom ini berhasil mempelajari bintang pelari yang dikatalogkan sebagai J01020100-7122208. Bintang ini ditemukan bergerak dengan kecepatan sekitar 480.000 kilometer per jam, dan diketahui telah melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama 10 juta tahun terakhir.

Menurut IFLScience, saat ini bintang tersebut telah berada di tepi luar AMK, dan kemungkinan sudah berada jauh dari tempat ia terbentuk.

Yang benar-benar tidak biasa tentang bintang ini adalah, ukurannya. Tidak seperti GD 50 yang merupakan kerdil putih, bintang J01020100-7122208 ini adalah bintang super raksasa kuning, yang merupakan bintang dengan fase kehidupan yang sangat singkat, yang usianya hanya 10.000 hingga 100.000 tahun.

Bintang ini sendiri diperkirakan telah berumur 10 juta tahun dan memiliki massa setidaknya sembilan kali massa Matahari kita. Ia mungkin berasal dari sistem biner sebelum akhirnya terlempar keluar ketika bintang pendampingnya meledak dalam supernova.

Bintang pelari memang menarik, namun juga langka. Menemukannya melintasi alam semesta adalah suatu hal yang menakjubkan.
Mengenal Bintang Pelari Mengenal Bintang Pelari Reviewed by Riza Miftah Muharram on 3/29/2018 03:06:00 PM Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!