Selamat Hari Keantariksaan Nasional 6 Agustus 2016!

Kredit & Hak Cipta: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Hari ini, 6 Agustus 2016, diperingati sebagai Hari Keantariksaan Nasional yang ditetapkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Tahukah Anda mengapa Hari Keantariksaan jatuh pada tanggal 6 Agustus?

Di tahun ini, LAPAN mengampanyekan seruan “Malam Langit Gelap” dan mengajak masyarakat untuk mematikan lampu di luar ruangan selama satu jam pada pukul 20:00–21:00 waktu setempat. Kampanye ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali menyaksikan keindahan langit malam yang selama ini tersita akibat menyalanya setiap lampu dalam gedung atau rumah – rumah di malam hari, langit bertabur bintang.

Penetapan tanggal 6 Agustus sebagai Hari Keantariksaan Nasional memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan pemanfaatan antariksa itu sendiri bagi bangsa dan negara Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2013, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Undang Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Sebelum disahkan oleh Presiden, UU Keantariksaan terlebih dahulu disahkan oleh DPR pada 9 Juli 2013, setelah sebelumnya berupa Rancangan Undang Undang No. 21 Tahun 2013 yang rancangan drafnya dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR, Soetan Bhatoegana. Penetapan dan pengesahan UU No. 21 Tahun 2013 ini untuk menjamin kegiatan keantariksaan nasional dalam payung hukum negara.

Kegiatan keantariksaan tersebut meliputi penelitian dan pengembangan di bidang sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi keantariksaan, dan peluncuran wahana antariksa seperti roket dan satelit milik Indonesia. UU Keantariksaan menjadi penting bagi Indonesia karena secara geografis Indonesia memiliki posisi yang strategis atau ideal untuk penyelenggaraan kegiatan keantariksaan.

UU No. 21 Tahun 2013 juga dapat menjadi pedoman dan aturan yang melindungi kepentingan Indonesia ketika melaksanakan kerjasama di bidang keantariksaan dengan dengan negara-negara lain.

Diberlakukannya UU No. 21 Tahun 2013 memiliki tiga alasan. Pertama, antariksa merupakan ruang beserta isinya yang terdapat di luar angkasa, yang mana keberadaannya bisa digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia sebagaimana amanat UUD 1945.

Alasan kedua adalah letak geografis wilayah Indonesia yang terbentang di garis katulistiwa terletak di antara dua benua dan dua samudera, sehingga mau tidak mau memiliki ketergantungan dalam pemanfaatan teknologi, sekaligus keunggulan komparatif yang berbasis ilmu dan teknologi bagi kemajuan peradaban bangsa. Dan yang terakhir adalah keberadaan pengaturan perundang-undangan keantariksaan saat ini belum mengatur secara terpadu dan belum menjadi landasan hukum yang kuat.

Selain memberi landasan dan payung hukum, UU Keantariksaan juga merupakan upaya untuk mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing bangsa dan negara dalam penyelengaraan keantariksaan, serta mengoptimalkan penyelenggaraan keantariksaan untuk kesejahteraan rakyat dan produktivitas bangsa. Segala kegiatan keantariksaan yang dijalankan oleh pemerintah melalui LAPAN dan kementerian terkait akan dilakukan demi usaha kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Program-program yang dijalankan terkait usaha tersebut antara lain pembuatan satelit nasional, perancangan dan persiapan peluncuran satelit dengan roket sendiri dan bandar antariksa sendiri, serta observatorium nasional.

Pada peringatan Hari Keantariksaan Nasional yang kedua tahun 2015, LAPAN memperkenalkan logo baru yang menunjukkan semangat keantariksaan nasional. Dalam logo baru LAPAN terlihat sebuah roket atau wahana antariksa yang sedang meluncur ke angkasa.
Logo baru LAPAN. Kredit: LAPAN.go.id
Logo baru tersebut menggambarkan mimpi Indonesia yang akan diwujudkan LAPAN untuk bisa bergabung bersama negara-negara lain, baik Amerika, Rusia, China, maupun India, untuk bisa mengeksplorasi angkasa. Dikutip dari LAPAN.go.id., logo tersebut digambarkan dengan empat bentuk eliptik yang memiliki ukuran berbeda-beda.

Secara filosofis, wahana antariksa yang sedang meluncur melambangkan lembaga keantariksaan yang bertekad mencapai cita-cita tinggi menuju Indonesia yang maju dan mandiri. Logo baru ini merupakan karya dari Agung Setiawan yang berhasil memenangkan desain untuk logo baru LAPAN, mengalahkan 2.079 peserta sayembara terbuka logo baru yang diselenggarakan oleh LAPAN.

Di tahun ini, LAPAN ingin mengajak masyarakat untuk menikmati malam yang indah serta dapat menghemat energi secara serentak pada peringatan ketiga Hari Keantariksaan Nasional 2016. Dengan mengetahui semangat Hari Keantariksaan Nasional dan latar belakang kelahirannya, tentu kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus bangga.

Sudah tugas kita sebagai bangsa Indonesia, serta manusia yang menghuni planet Bumi, untuk menjaga dan melestarikan langit malam dari pencemaran yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Dalam berbagai sejarah kebudayaan, langit malam beserta bintang yang bertebaran di angkasa adalah pemandu dan sumber pengetahuan bagi manusia.

Dengan mengenal langit dan isinya yang melimpah, dari mulai bintang hingga galaksi, kita sebagai manusia dapat memahami diri sendiri dan mengembangkannya menjadi teknologi dan kebudayaan menuju peradaban yang kita kenal sekarang.

Oleh karena itu, di momen tanggal 6 Agustus ini, mari kita rayakan Hari Kenatariksaan dalam kampanye Malam Langit Gelap. Caranya cukup sederhana, matikan lampu dan cahaya di luar ruangan sejenak selama satu jam untuk merasakan pengalaman yang dialami oleh nenek moyang kita ketika malam tiba, bercerita akan keindahan langit sembari mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat ketika bintang-bintang menemani kita sepanjang malam.

Selamat Hari Keantariksaan Nasional!

Oleh : Bayu Baskoro Febianto, @bayubeef
Selamat Hari Keantariksaan Nasional 6 Agustus 2016! Selamat Hari Keantariksaan Nasional 6 Agustus 2016! Reviewed by Kontributor on 8/06/2016 07:23:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.