Gerhana Bintang Ini Memiliki Durasi Terlama Sejagad

Ilustrasi sistem bintang biner di mana gerhana bintang terjadi sangat panjang dan lama. Kredit: Vanderbilt University
Info Astronomy - Pernahkah Anda membayangkan hidup di sebuah planet yang setiap 69 tahun, mataharinya menghilang karena terjadi gerhana total yang berlangsung selama tiga setengah tahun lamanya? Itulah yang terjadi dalam sistem bintang biner TYC 2505-672-1.

Terletak hampir 10.000 tahun cahaya dari Bumi, penemuan sistem bintang biner yang luar biasa ini dibuat oleh tim astronom dari Vanderbilt dan Harvard dengan bantuan dari rekan-rekannya di Lehigh, Ohio State and Pennsylvania State University, Las Cumbres Observatory Global Telescope Network, dan American Association of Variable Star Observer. Makalah penelitiannya telah dipublikasikan di Astronomical Journal.

"Ini merupakan durasi gerhana bintang terlama dan orbit bintang biner termegah yang pernah ditemukan hingga saat ini," kata penulis pertama makalah studi, Joey Rodriguez, seorang mahasiswa doktoral dari Vanderbilt University.

Pemegang rekor gerhana bintang terlama atau terpanjang sebelumnya adalah Epsilon Aurigae, sebuah bintang raksasa yang digerhanai oleh bintang pendampingnya setiap 27 tahun dalam periode mulai 640 hingga 730 hari. "Epsilon Aurigae lebih dekat, sekitar 2.200 tahun cahaya dari Bumi, dan juga lebih terang, sehingga memungkinkan para astronom untuk mempelajarinya secara ekstensif," kata Rodriguez.

Penjelasan terbaru adalah, Epsilon Aurigae terdiri dari bintang raksasa kuning yang diorbiti oleh bintang deret utama yang sedikit lebih besar dari Matahari. Namun, bintang deret utama tersebut berada di dalam cakram debu dan gas yang tebal yang terletak hampir tepi atas bintang maharaksasa kuning dalam pandangan dari Bumi.

Analisis yang dihasilkan oleh Rodriguez dan rekan-rekannya menunjukkan adanya sebuah sistem yang mirip dengan Epsilon Aurigae, yakni TYC 2505-672-1 tadi, namun dengan beberapa perbedaan penting.

TYC 2505-672-1 tampaknya terdiri dari sepasang bintang raksasa merah, dengan salah satu bintangnya telah dipereteli sehingga memiliki inti yang relatif kecil dan dikelilingi oleh cakram debu dan gas yang sangat besar sehingga dapat membuat gerhana dengan durasi yang sangat panjang.

Kurva gerhana di Epsilon Aurigae. Kredit: Vanderbilt University
"Satu-satunya penjelasan kenapa gerhana di TYC 2505-672-1 ini sangat panjang adalah, salah satu bintang dari sistem ini dikelilingi oleh cakram raksasa dengan material yang buram. Cakram tersebut sangat besar sehingga bisa menutupi bintang maharaksasa merahnya selama bertahun-tahun," kata Rodriguez.

TYC-2505-672-1 terletak begitu jauh sehingga jumlah data para astronom sangat terbatas tentangnya. Namun, para astronom telah mampu untuk memperkirakan suhu permukaan bintang maharaksasa merah yang digerhanai melalui spektrumnya, yakni sekitar 2.000 derajat Celcius lebih panas dari permukaan Matahari (permukaan Matahari = 5.500 derajat Celcius).

Ditambah dengan pengamatan langsung menggunakan teleskop berbasis darat dan luar angkasa, diperkirakan bintang maharaksasa di sistem TYC 2505-672-1 berukuran kurang dari setengah diameter Matahari.

Dari mana para astronom ini tahu bahwa interval antar-gerhana di bintang ini berlangsung setiap 69 tahun sekali? Sederhana saja, para astronom ini lebih dulu menghitung jarak antarbintangnya, yang ternyata keduanya saling mengorbit pada jarak yang sangat jauh, sekitar 20 unit astronomi, yang kira-kira setara jarak antara Matahari dan Uranus.

"Saat ini, bahkan teleskop yang paling kuat dan canggih tidak bisa mengamati bintang biner tersebut dengan jelas," kata Rodriguez. "Mudah-mudahan, kemajuan teknologi akan memungkinkan kita untuk mengamatinya pada tahun 2080 ketika gerhana berikutnya terjadi."


Sumber: Vanderbilt News, Astronomy Now, EurekAlert.
Gerhana Bintang Ini Memiliki Durasi Terlama Sejagad Gerhana Bintang Ini Memiliki Durasi Terlama Sejagad Reviewed by Riza Miftah Muharram on Oktober 25, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!